Jakarta.Mata uang Rupiah pekan ini cukup berotot bila dibandingkan dengan akhir Januari lalu. Penyebabnya, masih terdorong aliran dana masuk milik investor asing yang bersifat jangka pendek (hot money).Seperti tren yang selama ini berlangsung, kuat lemahnya Rupiah adalah lebih banyak disetir oleh arus keluar masuk hot money di instrumen portofolio seperti Sertifikat BI, saham, dan obligasi.Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono menuturkan, dana asing di instrumen moneter SBI dari awal Februari hingga 16 Februari 2010 bertambah Rp 2,2 triliun. "Per 16 Februari posisi SBI asing adalah Rp 52,6 triliun. Awal bulan, posisinya di Rp 50,4 triliun," kata Hartadi dalam pesan singkat kepada KONTAN, Kamis (18/2).Sedangkan posisi portofolio asing di instrumen Surat Utang Negara (SUN) juga meningkat di periode yang sama, dari senilai Rp 113,2 triliun menjadi Rp 115,9 triliun.Rekor SBI asing tertinggi tercatat pada 15 Januari 2010 di mana nilainya mencapai Rp 60,2 triliun.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
SBI Asing Bertambah Rp 2,2 Triliun
Jakarta.Mata uang Rupiah pekan ini cukup berotot bila dibandingkan dengan akhir Januari lalu. Penyebabnya, masih terdorong aliran dana masuk milik investor asing yang bersifat jangka pendek (hot money).Seperti tren yang selama ini berlangsung, kuat lemahnya Rupiah adalah lebih banyak disetir oleh arus keluar masuk hot money di instrumen portofolio seperti Sertifikat BI, saham, dan obligasi.Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono menuturkan, dana asing di instrumen moneter SBI dari awal Februari hingga 16 Februari 2010 bertambah Rp 2,2 triliun. "Per 16 Februari posisi SBI asing adalah Rp 52,6 triliun. Awal bulan, posisinya di Rp 50,4 triliun," kata Hartadi dalam pesan singkat kepada KONTAN, Kamis (18/2).Sedangkan posisi portofolio asing di instrumen Surat Utang Negara (SUN) juga meningkat di periode yang sama, dari senilai Rp 113,2 triliun menjadi Rp 115,9 triliun.Rekor SBI asing tertinggi tercatat pada 15 Januari 2010 di mana nilainya mencapai Rp 60,2 triliun.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News