BANDUNG. Bank Indonesia (BI) berbesar hati karena Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berjangka enam bulan kembali laris. Deputi Direktur Statistik Moneter Bank Indonesia Wiwiek Sisto Hidayat mengakui, minat pasar untuk menempatkan dana di SBI enam bulan nyaris lenyap setelah krisis likuiditas meletup. Pelaku pasar hanya mau menempatkan uang mereka di SBI dengan tenor 1 bulan dan 3 bulan. Maklumlah, di saat likuiditas sulit, tentu pemilik dana lebih suka menyimpan di instrumen berjangka pendek. Di masa krisis pun, dana di SBI enam bulan hanya berkisar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun, dari total dana di SBI yang jumlahnya mencapai Rp 200 triliun. Namun hingga lelang pekan lalu, dana di SBI 6 bulan meningkat hingga Rp 31 triliun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan penempatan dana di SBI 3 bulan yang hanya mencapai Rp 12 triliun. Tapi, SBI bertenor sebulan masih menjadi pengumpul dana terbanyak, yaitu Rp 129 triliun.
SBI Berjangka Enam Bulan Semakin Laris
BANDUNG. Bank Indonesia (BI) berbesar hati karena Sertifikat Bank Indonesia (SBI) berjangka enam bulan kembali laris. Deputi Direktur Statistik Moneter Bank Indonesia Wiwiek Sisto Hidayat mengakui, minat pasar untuk menempatkan dana di SBI enam bulan nyaris lenyap setelah krisis likuiditas meletup. Pelaku pasar hanya mau menempatkan uang mereka di SBI dengan tenor 1 bulan dan 3 bulan. Maklumlah, di saat likuiditas sulit, tentu pemilik dana lebih suka menyimpan di instrumen berjangka pendek. Di masa krisis pun, dana di SBI enam bulan hanya berkisar Rp 4 triliun-Rp 5 triliun, dari total dana di SBI yang jumlahnya mencapai Rp 200 triliun. Namun hingga lelang pekan lalu, dana di SBI 6 bulan meningkat hingga Rp 31 triliun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan penempatan dana di SBI 3 bulan yang hanya mencapai Rp 12 triliun. Tapi, SBI bertenor sebulan masih menjadi pengumpul dana terbanyak, yaitu Rp 129 triliun.