KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penyerapan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri SBR015 yang masih minim pada pekan kedua penawaran. Analis memproyeksi, hal ini lebih dipengaruhi oleh persoalan waktu beli dan preferensi likuiditas investor, bukan akibat lemahnya daya tarik kupon. Masa penawaran instrumen ini berlangsung dari 28 September 2026 hingga 22 Oktober 2026, di mana kupon SBR015 bersifat mengambang (disesuaikan setiap 3 bulan) dengan Tingkat Kupon Minimal (floating with floor) sebesar 6,75% p.a. untuk SBR015T2 dan 6,85% p.a. untuk SBR015T4. Berdasarkan data dari mitra distribusi aplikasi Bibit, pemesanan SBR015-T2 terpantau telah menyentuh 34,1% dari kuota nasional, sementara seri SBR015-T4 baru terserap sekitar 12,4%.
SBR015 Baru Terserap 34%, Ekonom: Ini Masalah Likuiditas, Bukan Kupon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laju penyerapan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri SBR015 yang masih minim pada pekan kedua penawaran. Analis memproyeksi, hal ini lebih dipengaruhi oleh persoalan waktu beli dan preferensi likuiditas investor, bukan akibat lemahnya daya tarik kupon. Masa penawaran instrumen ini berlangsung dari 28 September 2026 hingga 22 Oktober 2026, di mana kupon SBR015 bersifat mengambang (disesuaikan setiap 3 bulan) dengan Tingkat Kupon Minimal (floating with floor) sebesar 6,75% p.a. untuk SBR015T2 dan 6,85% p.a. untuk SBR015T4. Berdasarkan data dari mitra distribusi aplikasi Bibit, pemesanan SBR015-T2 terpantau telah menyentuh 34,1% dari kuota nasional, sementara seri SBR015-T4 baru terserap sekitar 12,4%.
TAG: