SBY: Asia harus jadi pusat globalisasi



JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa posisi Asia saat ini harus menjadi pusat dari globalisasi dunia. Hal itu disampaikan SBY saat membuka World Economic Forum on East Asia ke-20 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (12/6). SBY mengungkapkan kekuatan ekonomi dunia kini telah mulai bergeser. Tidak lagi berpusat dunia barat, tetapi kekuatan ekonomi negara-negara Asia mulai melihatkan taringnya. "Asia saat ini tidak sama dengan dekade Asia sebelumnya," katanya. Proses modernisasi, pembangunan, demokrasi, keterbukaan masyarakat, konektivitas yang secara dramatis mengubah wajah Asia saat ini. Menurut SBY, Asia memiliki sumber daya, kesempatan dan percaya diri untuk membentuk sistem dunia. Nah, yang tidak dimiliki Asia yakni sebuah konsensus atau kesepakatan yang belum tercapai sampai saat ini. Pertama, konsensus yang belum dicapai dalam perdebatan mengenai iklim global, kedua dalam putaran Doha tentang perdagangan, ketiga soal mereformasi lembaga-lembaga global, serta konsensus untuk menyeimbangkan perekonomian. "Konsensus itu yang kita butuhkan, jika kita ingin menahan pergolakan politik, strategis dan ekonomi," katanya. Diakui SBY, sampai saat ini masih ada ketegangan untuk mendorong hal ini. Dan ini sesuatu yang normal, maka SBY mengungkapkan kerja keras untuk mewujudkan ini semua. "Indonesia agak beruntung berada di tempat kita sekarang. Kalau saya ditanya apa cara terbaik untuk menggambarkan Indonesia, saya akan mengatakan ini unik ulet, dan sangat adaptif," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: