SBY minta Dubes di Mesir siap evakuasi WNI



JAKARTA. Kondisi Mesir sejauh ini masih bergejolak, dan segala kemungkinan bisa terjadi pasca militer mengambialih kekuasaan dari tangan Presiden Muhammad Mursi tadi pagi dini hari waktu Indonesia.

Karena itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mesir harus siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) bila diperlukan.

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan. "Termasuk kemungkinan terburuk kalau sampai terjadi evakuasi yang mungkin bisa dilaksanakan," ujar Julian, Kamis (4/7)


Dia menambahkan, SBY meminta agar Dubes melakukan segala tindakan antisipasi atas kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak diharapkan terjadi di negara para Firaun tersebut.

Tugas KBRI adalah memfasilitasi dan membantu para WNI termasuk mahasiswa yang tengah belajar di sana. WNI juga dilarang keras untuk ikut campur urusan domestik Mesir dan menjauhi titik-titik perkumpulan massa.

Dalam rangka koordinasi tersebut, SBY telah memanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa tadi pagi dan menyerahkan kepada KBRI mesir untuk mempertimbangkan apakah perlu dilakukan evakuasi atau tidak. "Jadi, sepenuhnya diserahkan kepada Dubes yang ada di Mesir," ucap Julian. Sejauh ini, kondisi WNI di Mesir cukup baik.

Presiden berharap agar transisi pemerintahan di Mesir bisa berjalan dengan aman, dan tertib sehingga tidak menimbulkan gejolak yang berarti yang bisa membuat negara tersebut tidak stabil. Sampai saat ini, Indonesia terus memantau perkembangan kondisi politik di Mesir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan