SBY sebut tuduhan Antasari tak berdasar, liar



JAKARTA. Susilo Bambang Yudhoyono membantah tuduhan Antasari Azhar yang menyebut dirinya sebagai inisiator pembunuhan pengusaha Nasrudin Zulkarnaen, yang berujung pada vonis penjara yang dijalani Antasari. 

"Tuduhan itu sangat tidak benar, tidak ada dasar, dan liar. Kejahatan Antasari tidak ada hubungan dengan posisi dan jabatan saya waktu itu (presiden) dan posisi dan jabatan Antasari saat itu (Ketua KPK)," kata SBY, yang disiarkan Kompas TV, Selasa (14/2). 

SBY bilang, telah menempuh jalur hukum hari ini juga untuk melaporkan tuduhan Antasari. Begitu juga anggota keluarga SBY lainnya, menurut dia, akan menyusul melaporkan Antasari juga ke polisi. 


SBY berharap, penegak hukum bisa mengungkap semua fakta dan kebenaran dengan gamblang, segamblangnya. 

Menurut SBY, tuduhan Antasari ini merupakan serangan atau black campaign. Pasalnya, serangan ini dilancarkan satu hari sebelum pencoblosan Pilkada (15/2), di mana anaknya, Agus Harimurti Yudhoyono mencalonkan diri sebagai calon gubernur DKI berpasangan dengan Sylviana Murni.

"Ada serangan atau black campaign dari Antasari Azhar, mantan narapidana yang baru saja mendapat grasi Presiden Jokowi," kata SBY. 

Makaya, dia menilai, grasi yang diberikan pada Antasari oleh Presiden Jokowi bermuatan politis.

"Sulit untuk tidak mengatakan, serangan, fintah dan pembunuhan karakter tidak terkait langsung dengan pilkada, yang dilaksanakan besok. Saya duga ini direncanakan oleh Antasari dan aktor politik di belakangnya," kata dia.

Menurut SBY, ini agar nama SBY dan Agus tercoreng. Akhirnya, pasangan Agus-Sylvi kalah. 

"I have to say, politik ini kasar, tak berkeadaban. Melindas yang lemah dan tak berdaya," kata SBY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia