SCG Bangun Empat Waste Station di Sukabumi, Dorong Pengelolaan Sampah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siam Cement Group (SCG)  melalui anak perusahaannya yakni PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi berkomitmen melakukan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sehingga, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi akhirnya membangun 4 SCG Mentari Waste Stasion yang tersebar di daerah Desa Kebongmanggu, Wangunreja dan Sukamaju. Bahkan, mereka juga turut memberikan 1 unit mobil pick-up untuk operasional sehari-hari.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat mengatakan bahwa pihaknya juga turut mendistribusikan 5.000 karung untuk mendukung aktivitas pemilahan sampah di masyarakat.


Baca Juga: Harga BBM Diesel di SPBU Swasta Tembus Rp 30.000 per Liter, Ini Tanggapan Bahlil

Peramas menjelaskan bahwa perusaah juga membangun bak pengumpulan sampah organik di Desa Kebonmanggu dan Sirnaresmi dan melakukan pengadaan berbagai fasilitas pengelolaan sampah ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan, yang mampu untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

"Sejalan dengan prinsip 'Inclusive Green Growth', melalui SCG Mentari, kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menciptakan sistem waste management berbasis komunitas yang berkelanjutan," ujar Peramas dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Dalam hal ini, Peramas berharap dengan adanya pengadaan ini diharapkan bisa mendorong terbentuknya budaya pengelolaan sampah terpadu di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Lebih  lanjut, fasilitas ini telah dirancang untuk mengakomodasi seluruh tahapan pengelolaan sampah secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pendistribusian ke pabrik PT Semen Jawa, untuk kemudian dijadikan bahan bakar alternatif. 

"Pengadaan mobil pick-up juga diharapkan mampu membantu memperkuat efisiensi pengangkutan sampah, sehingga operasional di lapangan menjadi lebih optimal," kata Peramas.

Sementara, Ketua SCG Warrior Mentari mengatakan bahwa dengan diadakannya fasilitas tersebut, SCG berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan secara aktif.

Baca Juga: Norman Ginting Jadi Nahkoda Baru METI, Indonesia Jangan Tergantung Energi Fosil

"Kami melihat langsung perubahan di masyarakat sejak SCG Mentari berjalan. Warga kini lebih aktif memilah dan mengelola sampah. Dukungan fasilitas dari SCG membuat kami semakin percaya diri untuk menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri, dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perubahan ini," kata dia.

Diketahui, sejak tahun 2024, program SCG Mentari berhasil mengelola lebih dari 11 ton sampah, dengan rata-rata pengumpulan mencapai 2 ton sampah per bulan. Capaian ini menunjukkan peran penting kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan sampah dari sumbernya.

Sampai dengan saat ini, program SCG Mentari telah melibatkan lebih dari 1.000 warga dari lima desa Kabupaten Sukabumi untuk serta mempromosikan budaya pelestarian alam dengan mengadakan berbagai aktivitas pemilahan dan pengumpulan sampah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News