SCG Umumkan Hasil Operasi yang Kuat pada 2021 sebagai Hasil Transformasi Bisnis



KONTAN.CO.ID - SCG umumkan Hasil Operasi yang kuat di 2021 meskipun hadapi tekanan inflasi, kenaikan biaya energi dan bahan baku, serta pandemi COVID-19. Hal ini dilakukan dengan mendorong transformasi bisnis untuk mengatasi 3 megatren: 1) menerapkan prinsip ESG dalam operasi bisnis, 2) memanfaatkan transformasi digital untuk memenuhi permintaan pelanggan yang membantu menurunkan biaya produksi dan menumbuhkan e-commerce, 3) mengembangkan solusi baru untuk memenuhi tren kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup.

Roongrote Rangsiyopash, Presiden dan CEO SCG, mengungkapkan, "Hasil Operasi Perusahaan yang belum diaudit untuk 2021 mencatat Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp245,21 triliun (USD 16,58 miliar), meningkat 33% y-o-y karena peningkatan kinerja semua bisnis, terutama harga dan volume penjualan produk kimia. Laba tahun 2021 tercatat Rp21,82 triliun (USD 1,47 miliar), meningkat 38% y-o-y, berkat kinerja Bisnis Kimia yang lebih baik.”

Pendapatan dari Penjualan pada Q4/2021 mencapai Rp62,03 triliun (USD 4,27 miliar), meningkat 8% q-o-q. Sementara Laba untuk periode tersebut tercatat Rp3,61 triliun (USD 249 juta).  Selain itu, Pendapatan SCG dari operasi di luar Thailand, termasuk penjualan ekspor dari Thailand pada 2021, tercatat sebesar Rp110,40 triliun (USD 7,59 miliar) atau 46% dari total Pendapatan dari Penjualan, 44% lebih tinggi dari tahun sebelumnya.


Untuk operasional SCG di ASEAN (kecuali Thailand), Pendapatan Penjualan pada Q4/2021 mencatat peningkatan 62% y-o-y, yaitu sebesar Rp17,68 miliar (USD1,24 miliar) dan 29% dari total Pendapatan Penjualan SCG. Angka ini termasuk penjualan dari kedua operasi lokal di setiap pasar ASEAN dan impor dari operasi Thailand.

Per 31 Desember 2021, total aset SCG adalah sebesar Rp366,91 triliun (USD 25,79 miliar), sedangkan total aset SCG di ASEAN (kecuali Thailand) adalah Rp166,38 triliun (USD 11,70 miliar) atau 45% dari total aset konsolidasi SCG.

SCG di Indonesia

Khusus untuk Indonesia, total aset SCG di Indonesia pada Q4/2021 adalah Rp51,28 triliun (USD 3,60 miliar), meningkat 27% y-o-y terutama dari Bisnis Packaging (Kemasan) dan Kimia. Pendapatan dari Penjualan Q4/2021 sebesar Rp6,18 triliun (USD 434 juta), meningkat 60% y-o-y terutama dari Bisnis Packaging (FajarPaper dan Intan Group), Cement Building Materials (Kokoh), dan penjualan ekspor dari Thailand.

Untuk tahun 2021, SCG di Indonesia melaporkan Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp22,49 triliun (USD Rp1,52 miliar), meningkat 59% y-o-y terutama dari Bisnis Packaging (FajarPaper) dan merger serta kemitraan baru (Intan Group).

SCG senantiasa berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui beragam program tanggung jawab sosial perusahaan terutama yang diperuntukkan bagi masyarakat di sekitar area operasinya. Pada Q4/2021, SCG Indonesia mendukung program Citarum Harum untuk kehidupan yang lebih baik dengan memulai pembangunan SCG Reinvented Toilet, sanitasi umum dengan teknologi canggih, yang berlokasi di Pasirluyu, Regol, Bandung, dan Jawa Barat.

Program ini menggunakan Aquonic 600 dari Zyclonic oleh SCG Chemicals. Aquonic 600 mengubah air limbah menjadi air bebas patogen yang dapat digunakan kembali untuk pembilasan dan irigasi. SCG juga mengadakan acara pengembangan diri dan pemberian penghargaan secara virtual kepada 400 siswa SMA/sederajat dan 10 mahasiswa S1 penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream.

FajarPaper, perusahaan SCG pada unit Binis Packaging, turut membantu penanganan COVID-19 dengan mendonasikan generator oksigen dan kompresor untuk pengisian tabung oksigen senilai Rp11,3 miliar kepada 12 rumah sakit. FajarPaper juga turut memberikan bantuan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendukung Lomba Wana Lestari 2021.

Pada 2021, Beberapa perusahaan SCG di Indonesia menerima berbagai penghargaan. PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi meraih penghargaan CSR Sustainability Award dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan ini diberikan atas upaya perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk pengembangan masyarakat yang berkelanjutan melalui CSR. PT Semen Jawa juga memperoleh penghargaan dari Pemerintah Daerah Sukabumi atas dukungannya dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19.

PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FajarPaper) meraih penghargaan Industri Hijau Level 5 dari Kementerian Perindustrian untuk yang ke-6 kalinya. Penilaian didasarkan pada upaya konservasi sumber daya alam, mengintegrasikan teknologi rendah karbon, penerapan Reduce, Reuse, Recycle, Recover, serta optimalisasi manajemen perusahaan.

Roongrote mengatakan, "Selama tahun 2021, ekonomi di seluruh dunia telah dipengaruhi oleh kenaikan biaya energi dan bahan baku, inflasi, dan COVID-19, tetapi SCG terus mempercepat transformasi bisnis. Sebagai hasil, SCG tetap mencatat pertumbuhan yang memuaskan selama setahun terakhir dengan menyelaraskan bisnis dengan tiga megatren: memasukkan ESG ke dalam operasi bisnis, memanfaatkan transformasi digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan solusi inovatif untuk memenuhi tren kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup.”

“Para pelaku usaha harus bersiap menghadapi kenaikan harga energi dan bahan baku akibat inflasi. Ketika daya beli mulai pulih, kekuatan pasar menaikkan harga barang dan jasa. Oleh karena itu, strategi bisnis di setiap industri harus dioptimalkan dengan tepat, memiliki disiplin keuangan untuk menghadapi kenaikan suku bunga, serta menciptakan inovasi untuk memenuhi permintaan pelanggan yang terus berubah melalui adopsi bisnis teknologi digital. SCG telah menyusun strategi bisnis untuk mengatasi inflasi dan membangun pertumbuhan jangka panjang di setiap bisnisnya sejalan dengan tiga megatren," tutup Roongrote.

Tentang SCG

SCG, merupakan salah satu pemimpin bisnis terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: SCG Cement – Building Materials, SCG Chemicals, dan SCG Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 35 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 8.700 karyawan, SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium.

Produk yang ditawarkan adalah produk infrastruktur di bawah merek ‘SCG’ termasuk SCG Cement, beton siap pakai Jayamix SCG, beton ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’, PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing.

SCG juga menawarkan produk semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis termasuk platform belanja online mitraruma.com untuk mendukung kemajuan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti