Schroder: Pasar modal tertekan dari dua sisi



JAKARTA. Gangguan aksi demonstrasi ke pasar sepertinya memang benar adanya. Setelah sebelumnya sejumlah pelaku pasar merasakannya, kini giliran PT Schroder Investment yang turut merasakan dampak dari sentimen negatif tersebut.

Chief Executive Officer Schroder, Michael T Tjoajadi bilang, berlarut-larutnya aksi demonstrasi telah memberikan dampak negatif bagi pergerakan IHSG di pengujung tahun ini, bahkan akan berimplikasi buruk terhadap ekonomi dalam negeri secara umum.

"Demo terus, ini memberikan dampak negatif. Demo berjalan damai saja sudah memberikan dampak negatif, apalagi jika terjadi kerusuhan," jelas Michael, Jumat (25/11).


Sentimen negatif kian menguat karena isu demo sudah melebar. Bukan hanya soal dugaan penistaan agama, tapi sudah ditunggangi dengan sejumlah agenda politik tertentu. Karena hal ini juga yang menyebabkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersengal-sengal belakangan ini.

Jika spesifik pada sektornya, menurut Michael, sektor properti menjadi sektor yang terekspos paling besar sentimen negatif tersebut.

Sebab, karena sentimen itu para pelaku usaha properti lebih memilih untuk menunggu atau bahkan menunda pengerjaan proyek terkait upaya mencari kepastian pasar berlangsungnya sejumlah aksi demo.

Lagi-lagi, dampak negatifnya cukup luas. Apalagi, sentimen asing juga kurang mendukung setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS) khsusunya di pasar valas.

"Bukan hanya rupiah, hampir semua mata uang asing melemah terhadap dolar AS," tambah Michael. Ini karena pasar melihat adanya ketidakpastian terkait kebijakan baru yang akan diambil Trump nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto