SCNP Dorong Substitusi Impor Lewat Penguatan Produksi Dalam Negeri



KONTAN.CO.ID - BOGOR. PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) terus mendorong penguatan industri manufaktur lokal melalui peningkatan produksi dalam negeri dan penggunaan komponen lokal dalam rantai pasok.

Direktur Utama SCNP Djamarwie mengatakan, perusahaan berupaya mendorong pergeseran tren industri dari impor barang jadi atau completely built up (CBU) menjadi proses perakitan dan produksi di dalam negeri.

"SCNP adalah produsen lokal selalu menempatkan quality control, SNI dan hak-hak perlindungan konsumen sebagai prioritas dalam operasional bisnis. SCNP menghasilkan produk buatan dalam negeri yang memiliki daya saing kualitas dan kejelasan layanan purna jual yang lebih andal dari produk impor," ujar Djamarwie, dalam kunjungan pejabat Kementerian Perdagangan (Kemendag) ke Pabrik SCNP di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (23/9).


Baca Juga: BGR Logistik Gandeng BNPB Perkuat Sistem Logistik Kebencanaan

Menurut dia, kepercayaan dari prinsipal multinasional yang menjadikan SCNP sebagai mitra manufaktur menunjukkan kapasitas fasilitas produksi perseroan di Cileungsi, Jawa Barat untuk memenuhi kualifikasi manufaktur berstandar global.

SCNP juga terus mengembangkan portofolio produk hasil manufaktur untuk berbagai merek. Sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM), aspek inovasi, kualitas, dan layanan pelanggan menjadi bagian dari pengembangan bisnis perusahaan.

Dari sisi rantai pasok, SCNP terus berupaya meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proses produksi. Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) juga dilakukan secara konsisten pada lini produk sebagai bagian dari upaya memastikan produk yang dihasilkan aman dan memenuhi standar yang berlaku.

Upaya penguatan manufaktur lokal tersebut juga berkaitan dengan kontribusi SCNP terhadap rantai ekonomi domestik.

Direktur Keuangan SCNP Donny T Herwindo mengatakan, perusahaan mendorong agar semakin banyak produk elektronik diproduksi di Indonesia dengan melibatkan small and medium enterprises (SME) lokal.

"Jadi kita mendorong atau berkeinginan untuk agar barang-barang produksi elektronik itu dilakukan di Indonesia dengan menggunakan SME lokal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian di negara Indonesia sendiri, entah itu dari pembelian material lokal maupun juga dari tenaga kerja lokal," ujar Donny.

Di sisi lain, SCNP turut menyoroti pentingnya aspek perlindungan konsumen dalam pengembangan industri manufaktur lokal. Donny mengatakan, perseroan menerapkan tiga tahapan quality control (QC), yakni pada saat incoming, proses produksi, dan outgoing.

Setelah memastikan kualitas produk, SCNP juga menjaga layanan purna jual melalui ketersediaan suku cadang, garansi, serta jaringan pusat layanan.

SCNP juga berharap pemerintah dapat menghadirkan regulasi yang semakin mendukung pertumbuhan industri lokal. Salah satunya melalui perlindungan terhadap industri domestik dari barang impor ilegal.

Selain itu, pihaknya berharap terdapat kemudahan dalam transaksi impor maupun ekspor, termasuk dari sisi tarif bea masuk dan perpajakan. 

Termasuk insentif bagi pelaku usaha yang menanamkan modal maupun mengembangkan teknologi dan inovasi di Indonesia.

"Regulasi yang mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan lokal. Jadi entah itu dari sisi proteksi terhadap barang-barang impor, terutama barang-barang impor yang ilegal," kata Donny.

Baca Juga: Bridgestone Perluas Pasar Ban Indonesia lewat Brand Dayton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News