JAKARTA. Setelah merugi hingga miliaran rupiah di semester pertama tahun ini, PT Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) menyatakan tidak akan melakukan ekspansi apa pun hingga akhir tahun.Direktur Keuangan SCPI Rianto Irawan Kosasih mengungkapkan, di semester II tahun ini, perseroan tidak akan melakukan ekspansi apapun, melainkan lebih melakukan perbaikan interal perusahaan. "Kita saat ini ingin membenahi internal perusahaan, seperti melakukan efisiensi dan mengoptimalkan penjualan produk yang sudah ada," ujarnya.Itu sebabnya, Rianto memastikan tidak ada produk obat-obatan baru yang akan diproduksi di sisa paruh kedua tahun 2010 ini. Dalam kesempatan itu, ia juga menolak menyebutkan target penjualan akhir tahun karena mengaku masih dalam tahap konsolidasi internal. Sekadar informasi, pada periode Januari-Juni 2010, emiten berkode SCPI tersebut membukukan kerugian bersih sekitar Rp 5,2 miliar. Hal itu diakibatkan merosotnya tingkat penjualan serta tidak efiesiennya perseroan dalam melakukan usaha.Penjualan bersihnya di semester I 2010 ini turun 7,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dari Rp 147 miliar menjadi Rp 136 miliar. Penurunan ini disebabkan anjloknya penjualan domestik sebesar 20,7% dari Rp 128 miliar menjadi Rp 106 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
SCPI Pastikan Tak Ada Aksi Korporasi Hingga Akhir Tahun
JAKARTA. Setelah merugi hingga miliaran rupiah di semester pertama tahun ini, PT Schering Plough Indonesia Tbk (SCPI) menyatakan tidak akan melakukan ekspansi apa pun hingga akhir tahun.Direktur Keuangan SCPI Rianto Irawan Kosasih mengungkapkan, di semester II tahun ini, perseroan tidak akan melakukan ekspansi apapun, melainkan lebih melakukan perbaikan interal perusahaan. "Kita saat ini ingin membenahi internal perusahaan, seperti melakukan efisiensi dan mengoptimalkan penjualan produk yang sudah ada," ujarnya.Itu sebabnya, Rianto memastikan tidak ada produk obat-obatan baru yang akan diproduksi di sisa paruh kedua tahun 2010 ini. Dalam kesempatan itu, ia juga menolak menyebutkan target penjualan akhir tahun karena mengaku masih dalam tahap konsolidasi internal. Sekadar informasi, pada periode Januari-Juni 2010, emiten berkode SCPI tersebut membukukan kerugian bersih sekitar Rp 5,2 miliar. Hal itu diakibatkan merosotnya tingkat penjualan serta tidak efiesiennya perseroan dalam melakukan usaha.Penjualan bersihnya di semester I 2010 ini turun 7,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dari Rp 147 miliar menjadi Rp 136 miliar. Penurunan ini disebabkan anjloknya penjualan domestik sebesar 20,7% dari Rp 128 miliar menjadi Rp 106 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News