Searah Ungkap Progres Proyek Hulu Migas Kutei North Hub hingga Lapangan Geliga



KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Usaha patungan (joint venture) antara perusahaan multinasional Eni dan Petronas, Searah Muara Bakau (Searah), mengungkap perkembangan sejumlah proyek hulu minyak dan gas bumi (migas) yang tengah disiapkan. Proyek tersebut mencakup pengembangan South Hub, Kutei North Hub, hingga Lapangan Geliga.

CEO Searah Muara Bakau, Mirko Araldi, menjelaskan bahwa pengembangan South Hub akan memanfaatkan fasilitas floating production unit (FPU) Jangkrik yang telah beroperasi. Integrasi tersebut ditujukan untuk mempertahankan tingkat produksi gas sekitar 750 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan produksi kondensat sekitar 10.000 barel per hari.

"Sistem penghubung ke FPU Jangkrik yang sudah ada akan mendukung pengembangan South Hub untuk mempertahankan tingkat produksi sekitar 750 MMSCFD, dengan produksi kondensat terkait sekitar 10.000 barel per hari," jelasnya di Balikpapan, Kamis (22/10/2026).


Baca Juga: Pendapatan Turun, Laba Bersih PJAA Anjlok 56,75% hingga Kuartal III-2026

Di luar pengembangan South Hub, Searah juga menyiapkan Kutei North Hub yang akan ditopang fasilitas floating production storage and offloading (FPSO) baru. Fasilitas tersebut masih dalam tahap konstruksi dan dirancang memiliki kapasitas pengolahan gas sebesar 1.000 MMSCFD, kapasitas pengolahan kondensat 80.000 barel per hari, serta kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel.

Pembangunan FPSO Kutei North Hub mencakup fabrikasi struktur atas atau topside seberat 40.000 ton di Batam dan Karimun. "Saat ini, struktur atas atau topside seberat 40.000 ton sedang diproduksi di Batam dan Karimun," jelasnya.

Setelah fabrikasi selesai, struktur atas tersebut akan diintegrasikan dengan lambung kapal di galangan Karimun. Fasilitas Kutei North Hub ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2028.

Searah juga tengah menyiapkan pengembangan Lapangan Geliga yang ditemukan pada April 2026. Lapangan tersebut diperkirakan memiliki potensi gas lebih dari 60 miliar kaki kubik (BCF).

Perusahaan saat ini mengajukan rencana pengembangan atau Plan of Development (POD) untuk lapangan tersebut.

Pengembangan Geliga direncanakan menggunakan desain FPSO serupa dengan Kutei North Hub. Fasilitas Geliga Hub ditargetkan mulai beroperasi pada 2029, dengan kapasitas pengolahan gas 1.000 MMSCFD, kapasitas pengolahan kondensat 80.000 barel per hari, dan kapasitas penyimpanan 1,4 juta barel.

Selain pengembangan lapangan, Searah melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk mengidentifikasi potensi sumber daya migas baru. Kegiatan tersebut meliputi pengeboran sumur eksplorasi Jangkrik North East Upside 1 serta akuisisi data seismik 3D dan 4D.

"Pada saat yang sama, kami juga menjalankan program eksplorasi yang intensif. Salah satunya adalah pengeboran sumur eksplorasi Jangkrik North East Upside 1, yang saat ini sedang berlangsung, serta kampanye akuisisi data seismik 3D dan 4D berskala luas," lanjutnya.

Kegiatan akuisisi data seismik tersebut mencakup area sekitar 12.000 kilometer persegi, termasuk wilayah terbuka dan blok-blok perusahaan. Data tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi potensi eksplorasi migas dan mendukung perencanaan pengembangan berikutnya.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi," imbuhnya.

Baca Juga: Menperin Minta Cisarua Mountain Dairy (CMRY) Produksi Keju Khas Indonesia dan Es Krim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News