Sebanyak 1.373 Jemaah Haji Menjalani Rawat Jalan di Madinah



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah mencatat sebanyak 1.373 jemaah haji Indonesia telah menjalani rawat jalan di daerah kerja Madinah selama masa operasional ibadah haji 2026 atau sejak 22 hingga 28 April 2026. Data ini menjadi perhatian utama di tengah upaya pemerintah memastikan layanan kesehatan optimal bagi seluruh jemaah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, selain jemaah yang menjalani rawat jalan, terdapat juga sebanyak 30 orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 54 jemaah lainnya harus mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

“Sehingga total Jemaah yang dirujuk ke klinik kesehatan haji Indonesia berjumlah 30 orang dan 54 orang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” tutur Maria dalam konferensi pers, Selasa (28/4/2026).


Baca Juga: Basarnas: Korban Kecelakaan KA Argo Bromo vs Commuter Line Tak Ada Anak Kecil

Pemerintah menegaskan bahwa aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Layanan kesehatan disiapkan secara menyeluruh dan berlapis, mulai dari proses keberangkatan hingga jemaah berada di Tanah Suci.

Saat ini, fasilitas kesehatan didukung oleh 40 klinik di Makkah dan 5 klinik di Madinah. Selain itu, KKHI juga disiagakan di dua wilayah tersebut untuk menangani jemaah dengan kondisi yang membutuhkan perawatan lebih intensif.

Setiap kelompok terbang (kloter) juga dilengkapi satu dokter dan satu tenaga kesehatan. Dukungan layanan diperkuat dengan rumah sakit rujukan di Arab Saudi serta petugas medis yang bersiaga di berbagai titik, mulai dari kloter, sektor, hingga fasilitas kesehatan.

Di tengah layanan kesehatan yang terus diperkuat, pemerintah juga menyampaikan kabar duka. Pada Senin, 27 April 2026, seorang jemaah perempuan asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamariah Dul Tayib (85) dari kloter SUB 8, wafat di Tanah Suci. Dengan demikian, total jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia hingga saat ini berjumlah dua orang. Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar almarhumah mendapatkan husnul khatimah.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Kita doakan semoga husnul khatimah, aamiin,” ungkapnya.

Baca Juga: Jemaah Diimbau Jaga Adab dan Hindari Kerumunan di Masjid Nabawi

Selain itu, pemerintah juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Madinah. Jemaah diminta beristirahat cukup setibanya di hotel, serta memanfaatkan waktu di Masjid Nabawi untuk beribadah dengan tertib dan khusyuk.

Jemaah yang akan memasuki Raudhah diimbau mengikuti jadwal yang telah ditentukan oleh petugas. Saat berziarah ke makam Rasulullah SAW, jemaah diminta menjaga adab dengan bersikap tenang dan tidak berlebihan.

Di kawasan Masjid Nabawi, jemaah juga diingatkan untuk tidak berkerumun, menjaga kebersihan, serta tidak membawa barang berlebihan. Untuk menghindari tersesat, jemaah diminta mengingat pintu masuk, membawa kartu identitas termasuk kartu Nusuk, serta bepergian secara berkelompok.

“Tips yang kami berikan selama berada di kawasan Masjid Nabawi, jamaah harap diminta untuk menjaga adab, tidak berkerumun, tidak membuat gaduh, tidak membawa barang berlebihan serta menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian ibadah di Madinah, Maria menyebut jemaah dapat melaksanakan ziarah wada sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan kepada Rasullullah SAW sebelum melanjutkan perjalanan ke tahap berikutnya dalam ibadah haji.

Baca Juga: Total 40.796 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, 36.483 Tiba di Madinah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News