Sebanyak 17 Perusahaan Antre IPO di BEI, Mayoritas Punya Aset Menengah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semarak pencarian dana segar di pasar modal tanah air masih semarak. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, ada 17 perusahaan yang masuk dalam pipeline initial public offering (IPO).

Berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, mayoritas dari perusahaan ini diklasifikasikan ke dalam perusahaan dengan nilai aset skala menengah. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, sebanyak 14 perusahaan adalah perusahaan dengan aset skala menengah, yakni memiliki aset antara Rp 50 miliar sampai dengan Rp 250 miliar.

Kemudian, sebanyak 2 perusahaan memiliki aset skala besar, dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. Sisanya, yakni 1 perusahaan, adalah perusahaan dengan aset skala kecil, yakni dengan nilai aset di bawah Rp 50 miliar.


Berdasarkan rincian sektornya, sebanyak 5 perusahaan berasal dari sektor industrial. Lalu, sebanyak 4  perusahaan bergerak di sektor barang konsumsi non siklikal (consumer non-cyclicals).

Baca Juga: Anjlok, Giliran Saham Mitra Pedagang (MPIX) Kena Suspensi dari BEI

Sebanyak 3 perusahaan berada di sektor teknologi.  Kemudian, masing-masing sebanyak 2 perusahaan berasal dari sektor material dasar (basic material) dan barang konsumsi siklikal (consumer cyclicals).

Terakhir, sebanyak 1 perusahaan bergerak di sektor infrastruktur.

“Sampai dengan 1 Maret 2024 telah tercatat 19 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia dengan dana dihimpun Rp 3,45 triliun,” terang Nyoman kepada awak media, Minggu (3/3).

Emiten terakhir yang mencatatkan sahamnya di BEI adalah PT Satu Visi Putra Tbk (VISI). VISI meraup dana segar Rp 73,80 miliar dalam gelaran IPO ini.

VISI menetapkan harga IPO Rp 120 per saham. Dalam aksi korporasi ini, VISI akan melepas sebanyak 615 juta saham baru atau sebanyak 20,00% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Baca Juga: Kupon SR020 Hingga 6,4%, Mau Cuan Lebih Tinggi Investor Bisa Lirik Obligasi Korporasi

Sejauh ini, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) masih memegang rekor sebagai emiten dengan dana hasil IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal  Indonesia. Emiten e-commerce ini berhasil meraup dana segar Rp 21,9 triliun dari IPO.

Di posisi kedua ada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan nilai emisi mencapai Rp 18,8 triliun. Sementara  PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ada di posisi ketiga dengan nilai IPO sebesar Rp 13,7 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi