Sebanyak 44 proyek dapat alokasi dana pinjaman Rp 11,72 triliun



JAKARTA. Pemerintah berkomitmen terus mengucurkan dana yang berasal dari pinjaman luar negeri atau Subsidiary Loan Agreement (SLA) untuk mendanai proyek-proyek pemerintah daerah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri Keuangan Agus Martowardojo, menjelaskan, untuk tahun anggaran 2011 ini, pemerintah menyediakan bujet SLA sebesar Rp 11,72 triliun untuk 44 proyek. Agus merinci, anggaran Rp 11,72 triliun itu terdiri dari SLA baru dan SLA lanjutan. Nilai SLA baru mencapai Rp 6,05 triliun dan akan mengucur untuk 16 proyek baru. Sedangkan, nilai SLA lanjutan mencapai Rp 5,67 triliun. SLA lanjutan ini akan mengucur untuk pembiayaan 28 proyek."Khusus proyek baru akan dibahas lebih lanjut dengan komisi bersangkutan. Sedangkan 28 akan didiskusikan dengan Badan Anggaran. Yang 28 ini merupakan proyek yang telah berlangsung, tinggal dilanjutkan.," ujar Agus dalam Rapat dengan Komisi XI, Selasa (31/5).Beberapa BUMN dan pemerintah daerah akan menjadi pelaksana 16 proyek baru itu. Misalnya, PT PLN memiliki 7 proyek baru dengan anggaran Rp 4,54 triliun dan PT Pertamina mempunyai 1 proyek baru senilai Rp 30 miliar. Ada pula satu proyek Jakarta Emergency Dredgding Inisiatives (JEDI) senilai Rp 390 miliar. Selain itu, ada enam proyek Urban Sector Development Reform Project (USDRP) senilai Rp 161,4 miliar dan satu proyek Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI) senilai Rp 925 miliar."Misalnya, PLN akan meningkatkan kemampuan distribusi listrik Jawa-Bali dan sambungan jalur transmisi listrik Jawa Sumatera. Pertamina menggarap satu proyek pembangkit listrik panas bumi Lumut Balai. Sementara, JEDI akan melakukan penanggulangan banjir di Jabodetabek," tegasnya.Lalu, USDRP akan membangun pasar Sawahlunto, tempat pelelangan ikan di Bungku, pasar di Aceh, pasar Solok Selatan, dan membangun pasar di Palembang. "Sedangkan PT LPEI akan memakai dana untuk bantuan likuiditas dan capacity building," ujar Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News