Sebelum Menulis, 4 Syarat Penting dalam Penulisan Berita Ini Perlu Dipahami Siswa



KONTAN.CO.ID -  Anda tentu sering membaca atau mendengar berita, baik berita tertulis seperti di surat kabar atau media online, maupun berita yang disampaikan secara lisan. 

Melalui berita tersebut, kita bisa mendapatkan berbagai informasi penting, aktual, dan terkini tentang berbagai hal. Karena perannya yang penting, siswa perlu teliti dalam memilih berita sebagai sumber informasi agar tidak terjebak berita bohong atau hoaks. 

Melansir situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, berita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) adalah sebuah cerita atau keterangan yang memuat informasi mengenai berbagai kejadian atau peristiwa yang hangat (up to date). 


Singkatnya, berita merupakan laporan kejadian atau peristiwa yang aktual. Berita bisa disampaikan dalam berbagai wujud, contoh bentuk berita yaitu rekaman suara (audio), rekaman visual, atau audio-visual seperti berita dalam televisi. 

Baca Juga: Calon Siswa Baru Ini 5 Tahapan PPDB Tahun 2022, Persiapkan Sejak Sekarang

Sekarang banyak media yang dimanfaatkan sebagai media jurnalistik seperti website, blog, hingga media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Telegram, hingga YouTube.

Dalam menulis sebuah berita, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi. Apa saja? Berikut ini rangkumannya dari situs Direktorat SMP Kemendikbud Ristek

Berdasarkan fakta

Saat menulis atau menyampaikan sebuah berita, informasi yang disampaikan harus faktual atau fakta. Maksud dari fakta adalah berdasarkan kenyataan atau mengandung kebenaran, bukan berdasarkan imajinasi atau khayalan.

Dalam sebuah cerpen dan novel, memang terkadang tercantum paparan mengenai sebuah peristiwa. Namun, paparan tersebut tidak bisa dikategorikan sebagai berita karena sumber yang diceritakan berdasarkan imajinasi penulis dan tidak mengandung kebenaran faktual.

Hal ini tentu berbeda dengan berita yang berdasarkan peristiwa nyata contohnya berita tentang virus Covid-19. Seperti yang kita ketahui peristiwa pandemi virus Covid-19 yang terjadi pertama kali di Wuhan, China, beberapa waktu lalu.

Meskipun tidak kita tidak bisa melihat wujud dari virus Covid-19, tetapi keberadaan virus bisa dibuktikan oleh para ahli, lengkap dengan korban-korban yang menderita akibat virus tersebut. Ini adalah peristiwa faktual, cerita yang benar-benar terjadi dan mengandung kebenaran. Oleh karena itu, peristiwa tersebut layak disebut sebagai berita.

Berisi informasi terkini

Selain faktual, sebuah berita juga harus aktual. Aktual adalah istilah lain dari up to date, atau kejadian yang terkini.

Sebuah peristiwa baru bisa menjadi berita kalau kejadiannya masih baru atau hangat. Jika membuat berita berdasarkan peristiwa lama dan sudah diketahui banyak orang akhirnya menjadi percuma. Karenanya, dalam dunia jurnalistik juga dikenal prinsip aktualitas.

Baca Juga: Pendaftaran Calon Bintara Brimob 2022 Sudah Dibuka, Cek Persyaratannya Berikut

Menarik dan bermanfaat

Peristiwa yang diangkat menjadi sebuah berita harus memenuhi unsur kemenarikan. Sebab, pembaca tentu lebih tertarik membaca atau menyimak sebuah berita yang dianggap menarik.

Biasanya kemenarikan ini dipengaruhi oleh manfaat yang terdapat di dalam berita tersebut. Manfaat yang ada dalam sebuah berita bisa bermacam-macam, tidak hanya satu jenis, seperti informatif, menghibur, hingga memancing rasa empati atau human interest.

Objektif

Syarat terakhir yang wajib ada pada sebuah berita adalah tidak memihak. Saat menulis sebuah peristiwa untuk dijadikan berita harus objektif alias tidak memihak. 

Contohnya seperti Anda melihat sebuah tawuran antar pelajar, kemudian akan menyajikannya dalam sebuah berita. Tempatkan diri Anda pada posisi netral atau berada di tengah-tengah, tidak boleh memihak salah satu kelompok pelajar yang tawuran tersebut.

Demikian syarat-syarat untuk menulis sebuah berita. Sampaikan berita yang selain faktual dan aktual tetapi juga berisikan berita yang benar agar bermanfaat untuk pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News