Seberapa Sering Gerhana Matahari Terjadi dan Berapa Lama Durasinya? Ini Penjelasannya
Kamis, 19 Februari 2026 15:22 WIB
Penulis: Arif Budianto
KONTAN.CO.ID - Fenomena Gerhana Matahari seberapa sering terjadi dan berapa lama durasinya? Inilah penjelasan yang harus Anda ketahui. Gerhana Matahari bukanlah fenomena astronomi yang terjadi dalam waktu berdekatan. Namun, ketika fenomena ini muncul di wilayah tertentu, penampakannya membuat kagum pengamat langit. Bagaimana tidak? Siang hari yang awalnya cerah, tiba-tiba menjadi gelap.
Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari 2026: Kapan dan Di Mana Bisa Mengamati Fenomena Tersebut? Pada puncaknya, langit akan menjadi gelap kebiruan, kegelapan menyelimuti permukaan Bumi, hampir satu juta kali lebih gelap dari langit pada siang hari atau seperti langit malam saat purnama muncul. Bagi Anda yang penasaran dengan fenomena ini, kali ini kita akan membahas tentang seberapa sering terjadinya Gerhana Matahari. Melansir laman Natural History Museum, Gerhana Matahari akan terjadi dua hingga lima kali setiap tahunnya, dengan total Gerhana Matahari Total terjadi setiap 18 bulan sekali. Fenomena ini dapat disaksikan bergantung pada jalur bayangan Gerhana Matahari itu sendiri.
Baca Juga: Fenomena Astronomi Pekan Ini, ada Gerhana Matahari Cincin hingga Penampakan Planet Fenomena ini berlangsung selama beberapa menit. Bumi dan Bulan selalu bergerak, sehingga gerhana menjadi peristiwa yang sifatnya sementara. Gerhana Matahari Total terpanjang dalam sejarah terjadi pada 11 Juli 1991, berlangsung selama enam menit dan 53 detik. Lebih lanjut, Bulan membutuhkan waktu beberapa jam untuk melewati Matahari, tetapi momen Gerhana Total, yang disebut Totalitas, hanya berlangsung beberapa menit, maksimal tujuh menit dan 32 detik. Itulah sedikit penjelasan tentang seberapa sering Gerhana Matahari terjadi dan lama durasinya. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan.