SEBI Perketat Derivatif, Kerugian Investor Ritel India Turun 18% Jadi US$9,61 miliar



KONTAN.CO.ID - Kerugian investor ritel India di pasar derivatif ekuitas turun hampir 18% secara tahunan menjadi 916,85 miliar rupee atau sekitar US$9,61 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.

Data tersebut disampaikan pemerintah India kepada parlemen pada Selasa (11/8/2026), berdasarkan analisis yang dilakukan Securities and Exchange Board of India (SEBI).

Baca Juga: Pakistan Pastikan AS dan Iran Hampir Mencapai Kesepakatan Meski Ada Serangan Kapal


Penurunan kerugian terjadi setelah regulator memperkenalkan serangkaian kebijakan untuk membatasi aktivitas perdagangan spekulatif di pasar derivatif selama 18 bulan terakhir.

Selain penurunan kerugian, jumlah investor individu yang memperdagangkan derivatif ekuitas juga turun hampir 20% menjadi 7,86 juta orang.

India merupakan salah satu pasar derivatif ekuitas terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan. Negara tersebut memiliki lebih dari 130 juta trader ritel.

Namun, tingginya aktivitas perdagangan derivatif juga diikuti dengan besarnya kerugian investor.

Berdasarkan studi SEBI, sekitar sembilan dari setiap 10 trader ritel mengalami kerugian dalam perdagangan derivatif.

Baca Juga: Nvidia Sedang Mengembangkan Open Source Nemotron 4

Data regulator menunjukkan investor ritel secara kolektif mengalami kerugian di segmen derivatif dalam lima tahun fiskal terakhir.

Kerugian bahkan mencapai puncaknya sebesar 1,12 triliun rupee pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025.

Dengan demikian, kerugian pada FY2026 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya setelah regulator memperketat aturan perdagangan.

Selain jumlah trader dan kerugian yang menurun, total nilai transaksi di pasar derivatif juga mengalami kontraksi.

Turnover tercatat sebesar 202 triliun rupee pada FY2026, turun dari 213 triliun rupee pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (11/8), Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Arah The Fed

Menteri Negara Keuangan India Pankaj Chaudhary menyampaikan data tersebut melalui jawaban tertulis kepada parlemen, dengan mengacu pada analisis yang dilakukan SEBI.

Langkah pengetatan regulasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dan regulator India untuk mengurangi perdagangan spekulatif oleh investor ritel di pasar derivatif.