Secure Parking Andalkan Flaplock untuk Hadapi Lonjakan Kendaraan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Securindo Packatama Indonesia atau Secure Parking Indonesia (SPI) mengembangkan teknologi Flaplock, guna meningkatkan keamanan dan transparansi pengelolaan parkir. Teknologi ini diterapkan pada area parkir premium di sejumlah lokasi. Flaplock merupakan perangkat pengaman pada ruang parkir yang mengatur akses kendaraan. Sistem ini memungkinkan ruang parkir tetap terkunci hingga pengguna menyelesaikan pembayaran. Managing Director Secure Parking Indonesia Rustam Rachmat mengatakan, penerapan Flaplock berawal dari persoalan penggunaan cone untuk menandai ruang parkir yang kosong, terutama di area parkir yang padat. “Ini berawal dari tempat parkir, terutama yang padat, itu suka dipasangi cone,” kata Rustam dalam media site visit di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: Kelola Kawasan Pondok Indah, Secure Parking Perkuat Efisiensi Operasional Menurut Rustam, penggunaan Flaplock juga mendukung transparansi pengelolaan parkir karena penggunaan ruang dapat tercatat dalam sistem. Saat ini, teknologi tersebut telah diterapkan di sekitar 8-10 lokasi. SPI masih mengembangkan teknologi tersebut, supaya sesuai dengan karakter pengguna dan kebutuhan pasar Indonesia. Rustam menyebut teknologi serupa telah lama digunakan di Jepang, tetapi penerapannya di Indonesia membutuhkan proses penyesuaian. Penerapan Flaplock juga dilakukan di kawasan Pondok Indah yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi. Berdasarkan data operasional yang disampaikan Deni Hidayat, selaku Car Park Manager Pondok Indah Mall, kendaraan yang masuk pada hari kerja mencapai hampir 9.000 kendaraan per hari. Pada akhir pekan, jumlah kendaraan meningkat menjadi hampir 12.000 kendaraan per hari. Sementara saat terdapat event, jumlahnya dapat mencapai sekitar 15.000-17.000 kendaraan per hari. Di kawasan Pondok Indah, Deni menjelaskan Flaplock bekerja dengan mengatur akses kendaraan berdasarkan status pembayaran. Setelah pembayaran diselesaikan, perangkat akan turun sehingga kendaraan dapat keluar dari ruang parkir yang dibantu dengan sesor otomatis. “Kalau kita lakukan payment, close payment, dia akan turun, baru kendaraan bisa keluar,” kata Deni.

Baca Juga: Strategi Secure Parking Tingkatkan Kinerja di Tengah Ketatknya Persaingan Bisnis Pembayaran pada area tersebut dapat dilakukan melalui perbankan maupun QRIS. Pengguna juga dapat memilih nomor lot melalui layar yang tersedia. Setiap ruang parkir diberi nomor untuk membantu pelanggan mengetahui lokasi kendaraannya. Selain teknologi, kawasan Pondok Indah juga memiliki sejumlah skema tarif parkir berdasarkan area. Untuk area premium, tarif yang disampaikan Deni sebesar Rp100.000 secara flat per hari pada Senin hingga Jumat. Sementara itu, dalam penjelasan teknis di area parkir lainnya, disebutkan terdapat tarif flat Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000 dan Rp200.000. Namun, tarif tersebut berlaku sesuai area dan ketentuan pengelola gedung sehingga tidak dapat disamaratakan untuk seluruh kawasan Pondok Indah. Deni sebelumnya menjelaskan tarif parkir pada dasarnya mengikuti kebijakan masing-masing manajemen gedung. SPI berperan menjalankan ketentuan tarif tersebut dalam operasional di lapangan. Tingginya mobilitas kendaraan di kawasan tersebut membuat pengelolaan kapasitas menjadi penting. SPI juga menggunakan sistem penghitung kapasitas parkir untuk memberikan informasi mengenai ketersediaan ruang parkir. Selain Flaplock, SPI sedang mengembangkan teknologi lain seperti Epsilon Parking System (EPS), eNOS berbasis License Plate Recognition (LPR), serta sistem penghitung kapasitas parkir otomatis.


Baca Juga: Secure Parking Kelola 117 Lokasi Baru hingga Juli 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News