Secure Parking Memperluas Bisnis, dari Operator hingga Pengembang Aset Parkir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional, bisnis pengelolaan parkir semakin bergantung pada pemanfaatan teknologi. Di tengah kebutuhan mobilitas yang kian kompleks, perusahaan pengelola parkir harus mengembangkan layanan yang menyesuaikan karakteristik setiap lokasi.

PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking Indonesia) misalnya, melakukan integrasi teknologi dalam sistem operasional hingga pengembangan model bisnis berbasis aset.  Secure Parking memperkirakan, melayani hampir dua juta kendaraan setiap hari. Mulai mobil, sepeda motor, bus, truk, hingga trailer.

Hingga Juli 2026, Secure Parking mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut bertambah sekitar 118 lokasi sepanjang tahun ini.  


Managing Director Secure Parking Indonesia, Rustam Rachmat mengatakan, pengelolaan ribuan lokasi dengan karakteristik berbeda membutuhkan sistem operasional yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masing-masing kawasan.

Salah satu contohnya terlihat di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di lima area parkir Secure Parking mengelola kapasitas gabungan sekitar 10.000 kendaraan. Operasional selama 24 jam membutuhkan koordinasi petugas lapangan, pengaturan kapasitas, serta pemantauan melalui control room.

Pemanfaatan teknologi juga dilakukan di Plaza Indonesia. Sejak 2024, sekitar 95% transaksi parkir di lokasi tersebut telah menggunakan teknologi license plate recognition atau pengenalan pelat nomor kendaraan.

Dengan sistem tersebut, proses pemantauan yang sebelumnya melibatkan 12 orang per sif kini dapat dikoordinasikan oleh satu petugas di pusat kendali. Namun tetap dukungan tim lapangan sesuai kebutuhan.

"Teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi harus membantu pekerjaan menjadi lebih baik dan memberikan manfaat bagi pengguna," kata Rustam, dalam rilis, Selasa (3/11), 

Baca Juga: Kementan Garap 10.000 Hektare Lahan Kering untuk Pengembangan Hortikultura

Selain memperkuat operasional, Secure Parking mulai mengembangkan model bisnis melalui kepemilikan aset parkir. Pada 2025, perusahaan memperkenalkan Secure Park di kawasan PIK 2. Langkah ini menjadi ekspansi dari bisnis pengelolaan fasilitas parkir milik pihak lain menuju investasi dan pengoperasian aset parkir sendiri.

Rustam mengatakan, pengembangan sistem dan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta konsistensi standar operasional. Perusahaan juga menempatkan integritas sebagai prinsip dalam menjaga akuntabilitas dan kepercayaan mitra maupun pengguna jasa.

Memasuki usia 34 tahun pada 2026, Secure Parking Indonesia berupaya terus mengembangkan kapabilitas bisnis, dari operator parkir menjadi penyedia solusi pengelolaan dan pengembangan fasilitas parkir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News