Secure Parking Targetkan Bisnis Tumbuh 10% pada Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Securindo Packatama Indonesia atau Secure Parking menilai, rencana penyesuaian tarif parkir di DKI Jakarta tidak serta-merta meningkatkan pendapatan operator.

Managing Director Secure Parking Indonesia Rustam Rachmat mengatakan, dampak kenaikan tarif akan bergantung pada sejumlah faktor. Di antaranya volume kendaraan, durasi parkir, karakter lokasi, dan tingkat aktivitas kawasan.

“Dari sisi bisnis, pendapatan parkir dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus, seperti tarif, volume kendaraan, durasi parkir, karakter lokasi, dan tingkat aktivitas kawasan,” ujar Rustam kepada KONTAN, Senin (24/8/2026).


Menurutnya, perubahan tarif juga dapat mempengaruhi perilaku pengguna. Masyarakat berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan, mengubah lokasi parkir, atau memilih alternatif transportasi.

Baca Juga: Adi Sarana Armada (ASSA) Raih Tambahan Kredit untuk Beli Armada Baru

Namun, keputusan pengguna tidak hanya ditentukan tarif. Faktor tujuan perjalanan, lokasi, kemudahan akses, keamanan, waktu, dan kenyamanan juga mempengaruhi pilihan konsumen.

Rustam menilai penerapan tarif berbasis zonasi cukup relevan karena karakter dan kebutuhan setiap kawasan berbeda. Meski demikian, besaran tarif dan mekanisme penerapannya masih dalam pembahasan.

Selain tarif, kualitas layanan menjadi faktor penting dalam pengelolaan parkir. Operator perlu memastikan layanan tetap aman, tertib, nyaman, dan mudah digunakan.

Di sisi bisnis, Secure Parking tetap optimistis terhadap prospek pengelolaan parkir di Jakarta. Tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dinilai menjaga kebutuhan terhadap layanan parkir.

Baca Juga: Minyak Sawit Bisa Penuhi 60% Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

Untuk 2026, Secure Parking menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10%. Hingga akhir Juli 2026, perusahaan telah menambah 117 lokasi baru.

“Untuk 2026, Secure Parking menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 10%, dan hingga saat ini target tersebut masih on track,” kata Rustam.

Perusahaan mengatakan pertumbuhan tidak hanya dilakukan melalui penambahan lokasi. Secure Parking juga memperkuat lokasi eksisting, meningkatkan kualitas layanan, mendorong efisiensi operasional, serta memanfaatkan teknologi.

Terkait rencana penyesuaian tarif parkir, Secure Parking masih menunggu ketentuan final dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan menyatakan akan menyesuaikan operasional dengan kebijakan yang nantinya ditetapkan.

Dengan demikian, Rustam menilai keberhasilan penyesuaian tarif tidak hanya bergantung pada besaran tarif. Implementasi kebijakan dan respons pengguna di setiap kawasan juga akan menentukan dampak terhadap bisnis parkir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News