Segera Right Issue 2 Miliar Saham Baru, Cek Profil EURO dan Kinerja Terbarunya



KONTAN.CO.ID - Simak profil emiten EURO yang segera right issue. PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) menjadi salah satu emiten yang kembali menarik perhatian pasar setelah mengumumkan rencana penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi pada 13 Agustus 2026, EURO menyampaikan rencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dari portepel dengan nilai nominal Rp5 per saham.

Rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 18 September 2026.


Sementara itu, pergerakan saham EURO alami penurunan sepekan terakhir dengan bertengger Rp1.740/saham atau memerah 8,90% (data Jumat, 14 Agustus 2026).

Berikut profil lengkap EURO, mulai dari bisnis, manajemen, kinerja keuangan terbaru hingga rencana rights issue.

Baca Juga: Cari Modal untuk Ekspansi Baru, Emiten Menggelar Rights Issue

Profil singkat EURO

PT Estee Gold Feet Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor Consumer Staples, dengan bidang usaha utama industri pengisian jasa aerosol untuk produk kosmetik dan bahan pembersih keperluan rumah tangga. EURO tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Agustus 2022.

Perseroan berdiri pada 1978 dan mulai menjalankan kegiatan komersial pada 1986.

Model bisnis EURO terutama berbasis manufaktur dan jasa toll manufacturing atau maklon, sehingga perusahaan memproduksi produk berdasarkan kebutuhan dan spesifikasi pelanggan.

Rencana rights issue EURO

Rencana rights issue menjadi salah satu aksi korporasi terbaru yang perlu diperhatikan investor. EURO berencana menerbitkan maksimal 2.000.000.000 saham baru dari saham portepel. Saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp5 per saham dan akan disetor secara tunai.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut, setelah dikurangi biaya dan pengeluaran terkait rights issue, akan digunakan untuk modal kerja serta peningkatan kapasitas usaha Perseroan.

Rencana tersebut akan terlebih dahulu dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 18 September 2026. Dengan demikian, rights issue EURO belum dapat dianggap efektif hanya berdasarkan pengumuman rencana tersebut.

Baca Juga: Harga Saham Jatuh Parah, 3 Emiten Potensi Cuan untuk Dibeli Hari Ini (5/3)

Potensi dilusi

Jumlah saham EURO yang tercatat sebelum rights issue sekitar 2,55 miliar saham. KSEI mencatat jumlah saham EURO sebanyak 2.548.826.428 saham per 27 Juli 2026.

Jika seluruh 2 miliar saham baru diterbitkan, jumlah saham beredar akan meningkat secara signifikan.

Pemegang saham lama yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal sekitar 43,97%.

Karena itu, investor EURO perlu memperhatikan nantinya berapa harga pelaksanaan, rasio HMETD, jadwal perdagangan HMETD, serta pihak yang akan mengambil saham baru setelah prospektus final diterbitkan.

Untuk apa dana rights issue?

Manajemen menyebutkan dua tujuan utama penggunaan dana rights issue, yaitu:

  1. Modal kerja, untuk mendukung kebutuhan operasional perusahaan.
  2. Peningkatan kapasitas usaha, sehingga perseroan dapat meningkatkan kemampuan produksi dan mendukung ekspansi kegiatan bisnis.
Artinya, rights issue EURO bukan hanya ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan kapasitas bisnis.

Bagi investor, tantangannya adalah melihat apakah tambahan modal tersebut nantinya mampu diterjemahkan menjadi peningkatan pendapatan dan laba.

Baca Juga: FORU Menyiapkan Rights Issue Rp 27,1 Triliun

Lini usaha EURO

Bisnis EURO tidak hanya berkaitan dengan satu produk aerosol. Perseroan memiliki kegiatan usaha yang berkaitan dengan manufaktur produk kosmetik, rumah tangga dan kebutuhan otomotif.

Beberapa kategori yang menjadi bagian dari bisnis EURO antara lain:

  • Produk kosmetik dalam bentuk aerosol dan cair.
  • Produk perawatan tubuh.
  • Deodorant dan parfum.
  • Produk pembersih rumah tangga.
  • Disinfektan.
  • Penyegar udara dan air freshener kendaraan.
  • Produk antiseptik.
  • Produk auto chemical untuk kendaraan.
  • Jasa maklon atau toll manufacturing aerosol dan produk cair.
Dengan model tersebut, EURO memperoleh pendapatan terutama dari jasa manufaktur bagi pelanggan yang membutuhkan produksi produk dengan spesifikasi tertentu. Lini bisnis ini membuat EURO lebih berperan sebagai produsen/manufaktur di balik berbagai produk dibandingkan perusahaan yang mengandalkan jaringan gerai ritel sendiri.

Perseroan juga memiliki sejumlah entitas anak yang bergerak di bidang maklon serta industri sabun dan bahan pembersih keperluan rumah tangga.

Baca Juga: Banyak Emiten Buru Modal Lewat Rights Issue, Simak Penggunaan Dananya

Manajemen EURO

Berdasarkan susunan manajemen yang tercatat, jajaran Direksi EURO terdiri dari:

1. Direksi

Nama Posisi Terafiliasi
Marianti Hidayat Direktur Utama Ya
Suryati Direktur Ya
2. Komisaris

Nama Posisi Independen
Sumadi Rusli Komisaris Utama Tidak
Darren Nathaniel Tandra Komisaris Tidak
Susunan tersebut tercantum dalam dokumen perusahaan dan data manajemen yang tersedia hingga 2026.

Baca Juga: Matahari Putra Prima (MPPA) Rancang Rights Issue, Siap Terbitkan 24 Miliar Saham Baru

Kinerja keuangan EURO semester I 2026

Mengutip data laman BEI, EURO membukukan laba bersih sebesar Rp599,3 juta pada kuartal II 2026, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp761,0 juta. Dengan demikian, laba bersih per saham EURO tercatat setara Rp0,24 per lembar saham.

Dari sisi kinerja keuangan, EURO mencatatkan pendapatan Rp9,5 miliar pada semester I 2026, naik tipis 1,1% secara tahunan (YoY) dibandingkan Rp9,4 miliar pada semester I 2025.

Laba kotor tercatat sebesar Rp1,8 miliar, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp0,5 miliar, turun 29,5% YoY dari Rp0,8 miliar.

Penurunan kinerja operasional tersebut turut berdampak pada laba bersih. Pada semester I 2026, EURO membukukan laba bersih Rp0,6 miliar, turun 21,3% YoY dibandingkan Rp0,8 miliar pada semester I 2025.

Dengan demikian, meski pendapatan masih tumbuh tipis dan laba kotor relatif stabil, tekanan pada EBITDA membuat laba bersih EURO mengalami penurunan pada paruh pertama 2026.

Tonton: Pengangguran Turun Jadi 7,22 Juta, Tapi 1 Juta Lulusan Sarjana Masih Menganggur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News