Segera Right Issue 200 Juta Saham Baru, Cek Profil UVCR dan Kinerja Terbarunya



KONTAN.CO.ID - Simak profil UVCR yang segera right issue. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang voucher digital, gift card, rewards, dan loyalty.

Perseroan berdiri pada 2016 dan menjadi salah satu perusahaan di industri rewards dan loyalty yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2021.

Per September 2026, UVCR kembali menjadi perhatian setelah mengumumkan rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) sebanyak maksimal 200 juta saham baru.


Melansir data IPOT, saham UVCR alami kenaikan Rp188/saham atau 5,62% naik 10,00 poin pada sesi 1 hari Senin (21/9).

Lalu, seperti apa profil emiten ini? Cek informasi menarik mengenai emiten ini.

Baca Juga: Segera Right Issue dan Inbreng Saham, Cek Profil Emiten LAPD dan Kinerja Terkini

Rencana Rights Issue UVCR

Mengacu pada keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 18 September 2026, UVCR berencana menerbitkan 200 juta saham baru, setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Aksi ini masih memerlukan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.

Istilah rights issue yang digunakan dalam pemberitaan perlu diperjelas. Secara teknis, aksi yang disiapkan UVCR merupakan PMTHMETD, sehingga berbeda dengan rights issue HMETD yang memberikan hak kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru secara proporsional.

UVCR belum menetapkan harga pelaksanaan final. Namun, dalam simulasi proforma perseroan menggunakan asumsi harga Rp135 per saham, penerbitan 200 juta saham berpotensi menghasilkan dana sekitar Rp27 miliar.

Baca Juga: Segera Right Issue dan Akuisisi TCP, Cek Profil Emiten MEJA dan Kinerja Terbarunya

Investor yang disebut akan menyerap saham baru tersebut adalah PT Trimegah Sumber Mas (TSM), yang merupakan pemegang saham pengendali UVCR.

Berdasarkan posisi 31 Agustus 2026, TSM memiliki sekitar 623,56 juta saham atau 31,18% UVCR. Jika seluruh 200 juta saham baru diserap TSM, kepemilikannya secara proforma menjadi sekitar 823,56 juta saham atau 37,43%. Sementara itu, porsi masyarakat secara proforma turun dari 62,34% menjadi sekitar 56,67%.

Dana hasil aksi korporasi setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk operasional, pengembangan produk dan layanan, peningkatan kapasitas teknologi, pemasaran, serta ekspansi pasar.

Baca Juga: Ada 3 Saham Terkena Suspensi BEI Awal September 2026, Cek Daftarnya

Lini Bisnis UVCR

Bisnis UVCR berpusat pada ekosistem rewards dan loyalty yang menyasar konsumen maupun perusahaan.

Lini bisnis Penjelasan
Ultra Voucher App Aplikasi untuk membeli berbagai voucher digital dan voucher belanja
Ultra Voucher Gift Card Gift card fisik dan digital untuk konsumen, karyawan, maupun mitra bisnis
Ultra Gift Platform bagi perusahaan untuk membeli dan mengirim voucher dalam jumlah besar
Rewards & API Service Integrasi katalog dan pembelian voucher ke aplikasi atau platform milik perusahaan
Ultra Loyalty Sistem loyalty berbasis poin yang dapat digunakan perusahaan dan brand
B2B Solusi voucher, rewards, loyalty, dan API untuk perusahaan
B2C Penjualan voucher dan gift card langsung kepada konsumen
Produk-produk tersebut memungkinkan UVCR melayani model B2C maupun B2B. Perseroan juga mengembangkan integrasi dengan berbagai platform digital dan perbankan.

Dalam perkembangannya, Ultra Voucher tidak hanya mengandalkan penjualan voucher sebagai produk utama, tetapi juga memperluas bisnis ke gift card, rewards, loyalty, API integration, dan layanan korporasi.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan sumber pertumbuhan dari ekosistem digital.

Baca Juga: 6 Saham Masuk dalam Radar UMA BEI Awal September 2026: Ada SQMI hingga PIPA

Kinerja UVCR Semester I 2026

Mengutip data BEI terbaru yang tersedia hingga September 2026 adalah laporan keuangan semester I 2026.

Kinerja 6M 2026 6M 2025 Pertumbuhan
Pendapatan Rp628,9 miliar Rp441,4 miliar 42,5%
Laba bruto Rp28,6 miliar Rp19,1 miliar 49,7%
EBITDA Rp9,6 miliar Rp2,9 miliar 231,0%
Laba bersih Rp8,4 miliar Rp1,2 miliar sekitar 600%
Pendapatan UVCR pada semester I 2026 mencapai Rp628,9 miliar, naik 42,5% dibandingkan Rp441,4 miliar pada semester I 2025. Laba bruto meningkat menjadi Rp28,6 miliar, sedangkan EBITDA mencapai Rp9,6 miliar.

Laba bersih juga meningkat signifikan menjadi sekitar Rp8,4 miliar, dibandingkan Rp1,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, margin laba bersih perseroan berada sekitar 1,3%.

Perbaikan tersebut melanjutkan tren pada kuartal I 2026. Pada tiga bulan pertama 2026, pendapatan UVCR mencapai Rp330,1 miliar, naik 44,3% secara tahunan, sementara perseroan berbalik membukukan laba bersih Rp4,3 miliar dari rugi Rp1,1 miliar pada kuartal I 2025.

Baca Juga: Patok Harga Rp 500 Per Saham, Sarana central Bajatama (BAJA) Gelar Rights Issue

Sebelum memasuki 2026, UVCR mencatat pendapatan Rp982,2 miliar sepanjang 2025, meningkat 17,7% dibandingkan Rp834,4 miliar pada 2024.

Laba bersih 2025 mencapai Rp5,5 miliar, naik 52,8% dari Rp3,6 miliar pada 2024. EBITDA juga meningkat 100% menjadi Rp5,2 miliar.

Artinya, dalam enam bulan pertama 2026 saja, laba bersih UVCR sekitar Rp8,4 miliar, sudah melampaui laba bersih sepanjang 2025 sebesar Rp5,5 miliar.

Tonton: Pasokan Minyak Timur Tengah Terganggu, Stok Dunia Terus Menyusut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News