KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten teknologi, PT
Bukalapak.com Tbk (BUKA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan selama periode Januari–Maret 2026. Lonjakan ini ditopang dari segmen gaming yang naik signifikan. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2026, BUKA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,36 triliun. Ini melonjak 62,71% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari Rp 1,45 triliun. Segmen gaming Bukalapak berkontribusi sebesar Rp 2,09 triliun pada kuartal I-2026. Pos pendapatan ini meningkat 90,30% secara tahunan dari Rp di kuartal I-2025.
Direktur
Bukalapak.com Victor Putra Lesmana menjelaskan pertumbuhan tersebut dipicu oleh ekspansi di berbagai pasar dan produk baru, yang didukung oleh pertumbuhan market dalam negeri yang tetap kuat. Baca Juga: Prospek Emas Masih Tertahan, Perak Lebih Agresif tapi Berisiko “Selain itu, inisiatif strategis melalui penyelenggaraan Lapak Gaming Battle Arena turut memperkuat kehadiran merek Lapakgaming di tengah komunitas gamer,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4). Di sisi lain, segmen Mitra Bukalapak alias layanan online to offline (O2O) menyumbang pendapatan sebesar Rp 174,88 miliar. Ini turun 32,58 % YoY dari Rp 259,40 miliar. Victor menjelaskan segmen tersebut sebenarnya mendapat dukungan dari perluasan infrastruktur pembayaran melalui akses untuk para Mitra untuk penggunaan mesin EDC dan solusi QRIS Soundbox. Pada lini bisnis lainnya, segmen Retail mencatatkan pendapatan Rp 79,42 miliar. Ini diperkuat oleh ekspansi fisik melalui pembukaan tiga gerai baru Lifework di Central Park Mall, Tunjungan Plaza dan Senayan City. Sementara itu, segmen Investasi menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 21,71 miliar. Victor menjelaskan raihan tersebut ditopang oleh peningkatan AUM (Asset Under Management) dan jumlah transaksi serta produk keuangan baru. “Performa yang kuat dari berbagai segmen bisnis yang terdiversifikasi merupakan upaya BUKA dalam membangun ekosistem perdagangan bagi pengguna dan pelaku usaha,” katanya.
Namun dari sisi bottom line, BUKA menderita rugi bersih sebesar Rp 425,78 miliar di kuartal I-2026. Raihan tersebut berbalik dari laba bersih sebesar Rp 110,65 miliar di kuartal I-2025. Ini disebabkan dari pos pendapatan operasi Bukalapak lainnya menyusut 36,68% secara tahunan menjadi Rp 84,27 miliar. Keadaan diperburuk dari nilai investasi bersih BUKA yang merugi sebesar Rp 587,39 miliar dari yang hanya Rp 125,64 miliar.
Baca Juga: Penawaran Lelang SUN Tembus Rp 74,95 Triliun, Pemerintah Hanya Serap Rp 40 Triliun Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News