Sejak awal tahun harga emas menguat 9,04%



JAKARTA. Sepanjang kuartal I 2017 harga komoditas emas berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dari tahun lalu. Sejak awal tahun hingga awal April, harga emas kontrak pengiriman Juni 2017 di Commodity Exchange tercatat telah menguat 9,04% ke level US$ 1.261,70 per ons troi. Bahkan kenaikan tersebut berhasil melampaui kenaikan sepanjang tahun 2016 yang hanya mencapai 7,81%.

Deddy Yusuf Siregar, analis PT Asia Tradepoin Futures mengakui pergerakan emas tahun ini memang lebih tinggi dari tahun 2016. Menurutnya penguatan emas yang terjadi di awal tahun tidak bisa dilepaskan dari berlangsung perayaan tahun baru China atau Imlek. Katalis positif itulah yang akhirnya berhasil meningkatkan permintaan dan mengangkat harga emas.

Tak hanya China, permintaan emas dari India pun tercatat mengalami peningkatan di awal tahun ini. Akhir Februari kemarin, terjadi peningkatan permintaan hingga 170% dari tahun lalu yang hanya 96,4 ton. World Gold Council sendiri telah memperkirakan sepanjang tahun 2017 permintaan emas Indoa akan melonjak dari 600 ton ke kisaran 650 -700 ton.


“Sentimen positif lain juga datang dari emas sebagai aset lindung nilai,” terangnya kepada Kontan, Selasa (4/4).

Pasca majunya Marine Le Pen dalam Pemilu Presiden Prancis kondisi geopolitik di daratan Eropa memang sempat mencuri perhatian publik. Niatan kandidat dari Partai Front Nasional itu untuk melepaskan Prancis dari Uni Eropa menimbulkan kekhawatiran pasar. Apalagi dalam beberapa jajak pendapat terakhir, selisih suara yang diperoleh Le Pen dengan dua kandidat lainnya cukup tipis.

Di penghujung kuartal I kemarin, pamor emas sebagai aset lindung nilai juga terlihat semakin menguat setelah Presiden AS Donald Trump gagal mengajukan revisi UU Kesehatan di hadapan Kongres. Kegagalan tersebut dikhawatirkan juga akan terjadi pada beberapa rencana pemerintah lainnya. Kekhawatiran telah memicu harga emas tetap bullish di akhir kuartal I.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia