Sejak diresmikan, 30 kecelakaan terjadi di Cipali



BANDUNG. Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Moechgiyarto mengatakan, jumlah kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (13/6), sudah mencapai 30 kejadian. Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah orang tewas dan luka-luka. "Ternyata sampai sekarang ini sudah ada 30 insiden kecelakaan di Tol Cipali sejak tol itu diresmikan Presiden," kata Moechgiyarto kepada wartawan seusai bertemu dengan Ketua DPRD Jabar Ineu Purbawati di kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6). Kecelakaan tersebut, kata Moechgiyarto, disebabkan karena berbagai hal. Hal yang paling mendominasi, kata dia, adalah karena faktor human error. "Mungkin itu karena faktor human (error), karena memang jalannya mulus, mulus sekali, panjang lurus sehingga mengantuk dan terjadilah," kata Moechgiyarto. Moechgiyarto mengakui bahwa rest area memang masih kurang banyak di tol itu sehingga memungkinkan pengendara melaju terus-menerus tanpa beristirahat. Moechgiyarto mengatakan akan kembali menambah rest area yang dipastikan bisa digunakan saat musim mudik atau menjelang Lebaran. "Rest area akan ditambah, empat di jalur balik dan empat di jalur mudik. Insya Allah H-7 rest area sudah selesai," katanya. Kemudian, lanjut dia, sebab lainnya dari kecelakaan itu karena diduga fasilitas penerangan jalan, seperti reflektor di sepanjang jalan tol yang belum terpasang. Hal ini seperti kecelakaan yang terjadi di Kilometer 94. Di Kilometer 94 ada dua kali kecelakaan yang terjadi pada malam hari. Hasil pemantauannya, kata Moechgiyarto, di Kilometer 94 memang penerangan jalan belum terpasang. "Sudah saya cek, hasil pemantauan di Cipali persis di Kilometer 94 ada dua kejadian, kebetulan pas kejadiannya malam hari. Nah, kecelakaan di situ memang ada, di situ itu penerangan kurang, reflektornya belum terpasang," kata dia. Moechgiyarto mengatakan, pihaknya sudah meminta instansi terkait untuk segera melengkapi fasilitas, rambu-rambu, termasuk penerangan (reflektor) di sepanjang jalan tol terpanjang di Indonesia itu. "Kita sudah sampaikan kepada pengelola jalan tol untuk segera dilengkapi (rambu-rambunya)," pungkasnya. (Rio Kuswandi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Hendra Gunawan