Sejumlah Perusahaan Dana Pensiun Catat Pertumbuhan Aset pada Kuartal I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pelaku industri dana pensiun mencatat pertumbuhan aset pada kuartal I-2026, ditopang oleh sejumlah faktor seperti hasil investasi yang positif dan peningkatan iuran peserta.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri dana pensiun mencapai Rp 1.684,89 triliun per Maret 2026. Angka tersebut tumbuh 10,49% secara tahunan (year on year/YoY).

Salah satu perusahaan dana pensiun, Direktur Utama Dapen BCA, Budi Sutrisno menyampaikan aset perusahaan tercatat sebesar Rp 6,12 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 3,94% YoY.


“Pertumbuhan tersebut sejalan dengan perkembangan industri dana pensiun yang juga mencatat peningkatan aset, didukung oleh hasil investasi yang positif serta penambahan iuran peserta,” ujar Budi kepada Kontan, belum lama ini.

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan aset dan imbal hasil investasi, Dapen BCA mempertahankan strategi investasi secara prudent dengan tetap memperhatikan aspek likuiditas dan keamanan portofolio.

Baca Juga: BRI Finance Sebut Insentif Pajak EV Bisa Dongkrak Pembiayaan Kendaraan Listrik

“Pengelolaan portofolio juga dilakukan secara aktif dengan menyesuaikan komposisi investasi terhadap dinamika suku bunga, kondisi pasar keuangan, serta outlook ekonomi domestik maupun global,” lanjutnya.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penyesuaian komposisi portofolio investasi mengikuti perkembangan pasar keuangan dan pergerakan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, instrumen seperti SRBI menjadi salah satu alternatif penempatan dana jangka pendek.

Penempatan dana juga tetap dilakukan pada instrumen perbankan dan instrumen investasi lainnya yang disesuaikan dengan profil risiko serta kebutuhan likuiditas dana pensiun.

Sementara itu, Presiden Direktur DPLK Avrist, Firmansyah mengklaim aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh sekitar 8,65% YoY pada kuartal I-2026. Sayangnya, ia tidak memerinci nominal aset perusahaan.

“Kami melihat pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari pertumbuhan kepesertaan, peningkatan iuran, hingga stabilitas hasil investasi di tengah dinamika pasar yang masih cukup menantang,” ujarnya kepada Kontan, Senin (11/5/2026).

Baca Juga: Bank Aladin Syariah akan Gelar RUPST 4 Juni 2026, Ini Agendanya

Dalam menjaga pertumbuhan aset ke depan, DPLK Avrist mengedepankan strategi investasi yang pruden dan berkelanjutan. Sebagai DPLK yang menerapkan participant choice investment, perusahaan menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko serta pilihan investasi peserta.

Firmansyah bilang, perusahaan aktif mencermati durasi instrumen investasi, komposisi portofolio, kualitas underlying asset, stabilitas likuiditas, hingga arah pergerakan suku bunga.

“Dalam dana pensiun, fokus kami bukan return yang agresif, tetapi return yang konsisten dan sustainable,” katanya.

Di sisi lain, perusahaan juga melakukan penyesuaian portofolio investasi seiring dinamika pasar dan perubahan siklus suku bunga. Fokus penyesuaian dilakukan pada durasi fixed income, kualitas instrumen, penguatan instrumen likuid, serta optimalisasi yield dengan risiko yang terukur.

Firmansyah menyebut DPLK Avrist saat ini tidak memiliki fund berbasis saham sehingga volatilitas portofolio relatif lebih terjaga dibandingkan instrumen yang lebih agresif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News