Sejumlah Perusahaan Migas Mulai Lirik Lapangan dengan Karbon Tinggi



KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan lapangan migas dengan karbon (CO2) yang tinggi mulai dilirik.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan, lapangan migas dengan kandungan karbon tinggi sebelumnya dihindari oleh para pelaku usaha.

Kendati demikian, dengan mulai berkembangnya teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS), lapangan karbon tinggi kini mulai menarik bagi sejumlah pelaku usaha hulu migas.


Baca Juga: Tangguh Train III Ditargetkan Rampung pada Kuartal I-2023

"Ladang-ladang dengan CO2 tinggi sangat ditakuti, gak mungkin diambil, gak ekonomis (tapi) dengan perkembangan CCUS, orang tertarik untuk ini," ungkap Dwi dalam Malam Apresiasi Media SKK Migas, Selasa (4/10).

Dwi mengungkapkan, sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pun kini mulai untuk melakukan ujicoba maupun studi pada lapangan migas yang dikelola untuk penerapan CCUS.

Menurutnya, implementasi CCUS juga sebagai upaya sektor hulu migas mendukung komitmen Indonesia dalam Net Zero Emission (NZE).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari