KONTAN.CO.ID - KUWAIT CITY. Sejumlah pesawat militer milik Amerika Serikat dilaporkan jatuh di Kuwait City pada Senin waktu setempat. Meski demikian, seluruh awak dilaporkan selamat dan berada dalam kondisi stabil, menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Kuwait di tengah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam insiden terpisah, asap terlihat membumbung dari area sekitar kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dan ambulans tampak berada di lokasi, menurut saksi mata kepada Reuters. Hingga saat ini, baik pihak kedutaan maupun Departemen Luar Negeri AS belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.
Kuwait Cegat Drone, Ketegangan Kawasan Meningkat
Sebelumnya pada hari yang sama, Kuwait berhasil mencegat sejumlah drone yang dianggap bermusuhan. Ini merupakan hari ketiga berturut-turut serangan balasan yang dikaitkan dengan Iran terhadap negara-negara Teluk, sebagai respons atas serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
Baca Juga: Trump Kecewa Terhadap PM Inggris Keir Starmer, Ini Penyebabnya Pernyataan Kementerian Pertahanan Kuwait yang disiarkan melalui kantor berita negara menyebutkan bahwa awak pesawat yang jatuh telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil. Operasi penyelamatan dilakukan melalui koordinasi dengan pasukan AS. Media pemerintah Iran mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Islam yang mengklaim bahwa pasukan bersenjata Iran telah menyerang pesawat AS yang kemudian jatuh di wilayah Kuwait. Video yang diverifikasi Reuters dan diambil di kawasan Al Jahra menunjukkan sebuah pesawat militer jatuh dari langit, disertai seorang individu yang terlihat menggunakan parasut. Namun, pihak Kuwait tidak merinci jumlah pesawat yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kilang Minyak Terdampak, Pekerja Terluka
Di sektor energi, dua pekerja dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa puing di kilang Mina Al-Ahmadi, menurut pernyataan Kuwait National Petroleum Company melalui platform X.
Baca Juga: IAEA: Belum Ada Indikasi Serangan Israel dan AS Hantam Fasilitas Nuklir Iran Sementara itu, Kedutaan Besar AS mengeluarkan peringatan kepada warganya mengenai ancaman berkelanjutan serangan rudal dan drone di wilayah Kuwait. Warga diminta tidak mendatangi kedutaan dan disarankan untuk berlindung di dalam ruangan, berada di lantai terendah, menjauhi jendela, serta tidak keluar rumah.
Sistem pertahanan udara Kuwait dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar drone di dekat kawasan Rumaithiya dan Salwa tanpa adanya korban jiwa, menurut otoritas pertahanan sipil.
Dampak Regional Meluas
Ketegangan juga terasa di kawasan Teluk lainnya. Ledakan keras dilaporkan terdengar pada Senin pagi di Dubai dan ibu kota Qatar, Doha. Sebelumnya, suara dentuman dan sirene juga terdengar di Kuwait. Pemerintah di Teheran menyatakan akan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel pada Sabtu lalu. Serangan balasan Iran juga dilaporkan telah menyasar berbagai area sipil dan komersial di kota-kota Teluk, meningkatkan risiko terhadap pusat-pusat penting penerbangan dan perdagangan regional.