KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah platform new media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) membantah kabar mengenai keterlibatan mereka sebagai mitra pemerintah usai pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M. Qodari terkait pendekatan komunikasi publik melalui new media. Sebelumnya, Qodari menyebut sejumlah platform yang disebut sebagai homeless media tergabung dalam New Media Forum dan menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi pemerintah kepada masyarakat. Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan perwakilan INMF dengan Bakom di Jakarta pada Rabu (6/5). Dalam kesempatan tersebut, Qodari juga menyebut sejumlah platform seperti Folkative, Indomusikgram, USS Feeds, Bapak-bapak ID, Ngomongin Uang hingga Big Alpha sebagai bagian dari forum tersebut.
Baca Juga: Bakom RI Rangkul New Media, Soroti Pentingnya Standar dan Kualitas Namun, sejumlah platform yang disebut langsung memberikan klarifikasi dan menegaskan tetap menjaga independensi editorial.
Indomusikgram melalui akun Instagram resminya menyatakan tidak pernah bertemu, menerima undangan maupun berkomunikasi dengan Bakom RI. “Segala klaim yang menyebutkan Indomusikgram sebagai bagian dari kemitraan dengan Badan Komunikasi Pemerintah RI adalah keliru dan tidak berdasar,” tulis Indomusikgram dalam pernyataan sikapnya dikutip Jumat (8/5/2026). Platform tersebut menegaskan keberadaannya di grup WhatsApp INMF hanya sebatas grup percakapan dan bukan bentuk asosiasi maupun kemitraan resmi. Indomusikgram juga menyebut tetap beroperasi sebagai media independen sejak 2014. Pernyataan serupa disampaikan
USS Feeds yang menyebut tidak pernah menghadiri agenda ataupun membuat kesepakatan dengan Bakom. “USS Feeds percaya bahwa independensi dan keberpihakan pada aspirasi publik merupakan nilai yang harus dijaga,” tulis akun @ussfeeds. Sementara itu,
Narasi juga menyatakan tidak mengetahui maupun menghadiri pertemuan antara INMF dan Bakom. Narasi menegaskan mereka merupakan media yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers serta menjalankan operasional sesuai kode etik jurnalistik.
Baca Juga: KKP Gandeng Himbara Perluas Pembiayaan Kampung Nelayan Merah Putih "Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026,” demikian tertulis dalam pernyataan
Narasi. Platform lain seperti
Bapak2ID juga membantah terlibat dalam pertemuan tersebut maupun menjadi anggota INMF. “Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal itu,” tulis akun tersebut di Instagram. Hal senada disampaikan
Ngomongin Uang yang menyatakan tidak pernah menerima undangan ataupun berkomunikasi dengan Bakom RI. “Klaim di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang ‘digandeng’ ataupun menjadi ‘mitra’ pemerintah adalah tidak benar,” tulis akun tersebut. Adapun
Pandemic Talks menegaskan keterlibatan dalam INMF hanya bertujuan membangun jejaring pelaku new media untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung. “Pandemic Talks tetap berkomitmen sebagai new media yang menjunjung nilai-nilai independen dan kemanusiaan,” tulis akun tersebut. Klarifikasi juga datang dari
Folkative yang membantah adanya pertemuan dengan Bakom maupun pemerintah dan menyatakan bukan mitra resmi pemerintah.
Baca Juga: Skema Cukai Baru untuk Rokok Ilegal Dinilai Perlu Pengawasan Ketat "Folkative tidak mengetahui, tidak terlibat, serta tidak menghadiri pertemuan maupun konferensi pers yang berkaitan dengan INMF ataupun Badan Komunikasi Pemerintah pada tanggal 6 Mei 2026," tulis di feed akun Folkative. Sementara
Big Alpha mengakui sebagai bagian dari INMF, namun membantah direkrut Bakom untuk menjalankan program pemerintah. Big Alpha menyebut INMF merupakan forum independen yang dibentuk sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi pelaku media baru.
Di sisi lain, akun resmi
INMF turut menyampaikan pernyataan bahwa tidak ada komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. INMF juga menegaskan daftar media yang beredar di publik hanya merupakan pemetaan ekosistem industri dan bukan daftar anggota resmi. Organisasi tersebut menyebut hingga saat ini belum membuka pendaftaran anggota formal maupun membangun kemitraan dengan pihak mana pun. “Independensi adalah aset utama media baru. Tanpa kepercayaan publik, keberadaan kami tidak memiliki arti,” tulis INMF.k Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News