Sejumlah Saham Bergerak Tak Wajar, Cermati Rekomendasi Berikut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bulan ini diikuti oleh pergerakan sejumlah saham yang di luar kebiasaan atawa unusual market activity (UMA). Sepanjang Februari 2022 berjalan, ada lima saham yang masuk dalam pengumuman UMA.

Lima saham tersebut adalah PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID), PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Pengumuman UMA  sejalan dengan adanya aktivitas perdagangan dan/atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Jika melihat ke belakang, kelima saham tersebut memang memperlihatkan kenaikan harga yang sangat signifikan. Sejak awal tahun 2022 sampai dengan Senin (14/2), harga SHID melesat 243,59% menjadi Rp 2.680 per saham. Alhasil, BEI kembali mengenakan suspensi pada SHID sejak 15 Februari 2022.


Baca Juga: Eks Dirut BEI harap tak ada kontrol harga pada saham individual

Kemudian, secara year to date (ytd) sampai dengan Rabu (16/2), harga BCAP sudah meningkat 309,68% menjadi Rp 254, lalu IATA +118,46% ke Rp 142, FORU +35,14% menjadi Rp 300, dan GZCO +89,86% ke Rp 131 per saham. Meskipun begitu, BEI menyatakan bahwa pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran di bidang pasar modal.

Melihat lima saham yang terkena UMA tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, saham-saham tersebut lebih cocok untuk trading saja. Pasalnya, pergerakan harganya cenderung volatile dan volume perdagangannya tidak terlalu besar.

Jika tertarik untuk masuk ke saham-saham ini, Herditya mengimbau pelaku pasar untuk memperhatikan pergerakan volume perdagangan saham-saham tersebut. "Pelaku pasar juga perlu memantau perkembangan pengumuman dari BEI itu sendiri," kata Herditya saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (16/2).

Baca Juga: Saham Pendatang Baru Mendominasi Top Gainers Januari, Waspada Potensi Koreksi

Secara teknikal, Herditya memperkirakan GZCO akan mengalami pullback terlebih dahulu, apalagi bila GZCO belum mampu menembus resistance Rp 141. Dari sisi indikator, MACD masih berpeluang menunjukkan adanya penguatan meskipun sudah cenderung melandai dan dari Stochastic sudah berada di area jenuh beli.

Kemudian, untuk FORU, ia melihat pergerakan ke depannya kurang begitu baik. "Pada pergerakan hari ini terjadi gap down dan dari sisi MACD dan Stochastic menunjukkan akan adanya lanjutan koreksi. Volume perdagangannya juga sudah kecil sekali," ucap Herditya. Untuk BCAP dan IATA, Herditya enggan berkomentar, sementara SHID masih dalam keadaan suspensi.

Baca Juga: Saham-saham yang Berjejer Mengisi Top Gainers Sepanjang Desember

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News