Sejumlah Sentimen Ini Akan Pengaruhi Pergerakan IHSG pada Senin (28/3)



KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali melemah pada perdagangan Senin (28/3). Pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (25/3), IHSG tercatat turun 0,67% ke level 7.002,53.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan memprediksi, IHSG akan lanjut melemah dengan support 1 di 6.968, support 2 di 6.934, resistance 1 di 7.045, dan resistance 2 di 7.088. Secara teknikal, candlestick membentuk formasi dark cloud cover yang mengindikasikan potensi pelemahan.

Akan tetapi, pelemahan diperkirakan bersifat sementara karena pasar didorong optimisme dari pembagian dividen yang cukup besar oleh beberapa emiten. "Sementara itu, global investor masih akan mencermati perkembangan konflik Rusia dan Ukraina," ucap Dennies saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (27/3).


Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya menambahkan, pergerakan harga komoditas juga akan menjadi sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG, Senin (28/3). Cheryl memprediksi, harga komoditas bisa kembali menguat seiring dengan meningkatnya tensi global.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat, Berikut Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Senin (28/3)

Pada Jumat (25/3) malam, kilang minyak terbesar perusahaan minyak Saudi Aramco diledakkan oleh kelompok Houthi yang membuat harga minyak kembali melonjak. Cheryl memperkirakan, IHSG pada Senin (28/3) akan bergerak dalam rentang support-resistance 6.980-7.050.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga merespons positif pelonggaran kegiatan dan izin mudik. "Meskipun begitu, pasar juga harap-harap cemas menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait detail kebijakan kenaikan PPN menjadi 11% pada 1 April 2022 mendatang," kata Cheryl.

Dalam jangka pendek, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga memprediksi, terdapat potensi koreksi lanjutan pada IHSG. Menurutnya, selama tertahan di bawah 7.000, terdapat kecenderungan IHSG tutup gap ke 6.950 di Senin (28/3).

Sebaliknya, selama bertahan di atas MA20 di 6.900, IHSG masih berada dalam tren bullish. Untuk perdagangan Senin, support IHSG diperkirakan berada di 6.950 dengan resistance di 7.030.

Baca Juga: IHSG Menguat 0,68% Sepanjang Pekan Ini, Berikut Penopangnya

Indeks-indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung stagnan di perdagangan Jumat (25/3). Meski demikian, ketiga indeks utama Wall Street berhasil mencatatkan penguatan mingguan kedua berturut-turut.

Menurutnya, rilis data pekerjaan AS terbaru meredam kekhawatiran pelaku pasar atas rencana kenaikan suku bunga acuan Fed Rate yang lebih agresif di 2022.

Salah satunya adalah penurunan U.S. Initial Jobless Claims ke level terendah sejak 1969 sebanyak 187.000 di pekan yang berakhir pada 12 Maret 2022.

Baca Juga: Tiga Surat Utang Senilai Rp 5 Triliun Tercatat di BEI pada Pekan Ini

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi data indeks manufaktur bulan Maret 2022 yang diperkirakan bertahan di atas level 50 (batas level ekspansif). Di sisi lain, tingkat inflasi diperkirakan mencatatkan kenaikan signifikan ke 2,55% year on year (yoy) di Maret 2022, dari 2.l,06% yoy di Februari 2022.

Meski demikian, tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang asumsi pemerintah di 3%±1% yoy di 2022. Menurut Valdy, kenaikan inflasi saat ini diperkirakan belum berdampak signifikan terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli