Sejumlah sentimen positif ini akan menyokong pergerakan IHSG di awal pekan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 22,384 poin atau 0,48% ke 4.649,08. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee memprediksi penguatan IHSG ini masih akan berlangsung pada perdagangan, Senin (13/4). 

"Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan menguat 22 poin membentuk candle dengan body naik kecil dan shadow di bawah dan atas indikasi konsolidasi," jelas Hans Kwee ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (12/4). 

Adapun IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 4.562 sampai 4.393. Sementara resistance di level 4.700 sampai 4.780. 


Baca Juga: IHSG rawan menguji support pada Senin (13/4)

Hans menjelaskan, beberapa sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG di awal pekan adalah The Fed dengan sejumlah program dengan nilai hingga US$ 2,3 trilun. Dalam risetnya, Hans menjelaskan program itu termasuk pinjaman yang diarahkan bagi UKM, rencana untuk membeli obligasi  investment-grade, dan junk bond

Pasar mengapresiasi rencana tersebut, sehingga pasar saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa sempat menguat sebelum libur Paskah. Menurut Hans, sentimen ini masih akan mempengaruhi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin besok. 

Selain itu, pasar menanti data pertumbuhan angka  pasien corona dari AS yang diprediksi mulai menurun pekan depan. Berdasar pernyataan Presiden AS Donald Trump, pekan lalu merupakan puncak kurva penambahan jumlah kasus baru, sehingga ada potensi terjadi penurunan.

Baca Juga: Simak, ini sejumlah sentimen penggerak IHSG di pekan depan

Di sisi lain, Jerman yang akan mengakhiri masa lockdown pada tanggal 19 menjadi sentimen positif bagi pasar. Apalagi jumlah pasien baru Covid-19 juga tercatat semakin menurun baik di Jerman maupun di beberapa negara di Eropa. 

Sekadar informasi, pada perdagangan Kamis lalu, IHSG memasuki zona hijau ditopang oleh sektor aneka industri yang menguat 4,49%. Disusul sektor barang konsumer yang menguat 2,10%. Sementara itu, pemberatnya adalah sektor perdagangan, jasa, dan investasi yang terkoreksi hingga 0,54% dan sektor keuangan yang terkoreksi hingga 0,52%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati