Sekar Laut (SKLT) menahan ekspansi bisnis di tahun 2020, ini alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sekar Laut Tbk (SKLT) tidak ingin gegabah dalam mengambil kebijakan-kebijakan bisnis sepanjang tahun ini seiring merebaknya pandemi corona.

Direktur Sekar Laut John C. Gozal menyatakan, pada tahun ini pihak SKLT memilih untuk menahan ekspansi bisnis dan lebih memprioritaskan upaya-upaya mempertahankan penjualan produk, baik di pasar lokal maupun ekspor. “Untuk rencana-rencana investasi dan ekspansi untuk sementara dihentikan dulu. Kami realistis dengan kondisi yang ada sekarang,” imbuh dia saat paparan publik, Selasa (30/6).

Baca Juga: Sekar Laut (SKLT) optimistis dapat meraih pertumbuhan pendapat neto 10% di tahun 2020


Manajemen SKLT juga belum bisa membeberkan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dikeluarkan pada tahun ini lantaran masih dibahas secara internal.

Bila berkaca pada tahun lalu, SKLT menggelontorkan dana capex senilai Rp 20 miliar yang sebagian besar untuk perbaikan mesin di pabrik milik perusahaan. Ada juga capex yang disediakan untuk penambahan kendaraan logistik.

Terlepas dari itu, SKLT tetap berupaya meningkatkan daya saing perusahaan. Direktur Produksi SKLT S. Sandiono Sungkono menyebut, pihaknya punya rencana meluncurkan beberapa varian produk baru. Sayangnya, ia belum bisa menjelaskan rencana tersebut lebih detail, termasuk kapan produk itu akan diluncurkan.

Yang pasti, kehadiran produk baru tersebut diharapkan dapat menjaga pangsa pasar SKLT baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. “Inovasi melalui peluncuran produk baru akan memberi kontribusi terhadap kinerja Sekar Laut di waktu mendatang,” ungkap dia.

Baca Juga: Laba bersih Sekar Laut (SKLT) melesat 33% di kuartal pertama 2020

Sekadar informasi, manajemen SKLT memasang target pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada tahun ini. Hingga akhir kuartal pertama lalu, SKLT membukukan pendapatan neto sebesar Rp 329,90 miliar di kuartal I-2020. Jumlah ini tumbuh 6,98% (yoy) dibandingkan realisasi pendapatan neto di kuartal I-2019 sebesar Rp 308,35 miliar.

SKLT sendiri dikenal melalui produk-produk seperti kerupuk, saos, sambal, melinjo, dan bahan-bahan masakan. Produk-produk tersebut memiliki merek bernama Finna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .