Sekilas kinerja Lonsum (LSIP) tahun 2020, labanya terbang 174%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten kebun milik Grup Salim, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) mencatatkan laba Rp 696 miliar di akhir 2020. Pencapaian ini lebih tinggi 174,1% year on year atau dibandingkan tahun 2019 yang untung Rp 253 miliar. 

Sejatinya, emiten yang dikenal dengan nama Lonsum ini mencatatkan penurunan penjualan. Dari laporan kinerja 2020 yang dipublikasikan Senin (1/3), LSIP mencatatkan penjualan Rp 3,54 triliun, atau turun 4,4% dari sebelumnya 3,70 triliun. 

Penjualan ini paling besar disumbang produk sawit 92,9% dan karet 4,9%. 


Lonsum menjelaskan, tahun 2020, produksi tandan buah segar inti turun 11,7% year on year menjadi 1,29 juta ton. Seiring penurunan produksi, volume penjualan minyak sawit (CPO) turun 22,2% menjadi 324.939 ton. 

Sementara volume penjualan inti sawit atau palm kernel (PK) dan turunannya turun 21,9% menjadi 97.552 ton. 

Baca Juga: Tak lagi merugi, Salim Ivomas (SIMP) mengantongi laba di akhir 2020

"Penurunan penjualan terutama karena penurunan volume penjualan produk sawit dan karet, tetapi masih diimbangi dengan peningkatan harga jual rata-rata (ASP)," tulis manajemen dalam rilisnya. ASP produk CPO dan PK naik masing-masing 26%. 

Di samping penurunan produksi dan penjualan, LSIP mencatatkan kinerja keuangan positif dari kenaikan laba bruto, penurunan beban umum dan administrasi, serta laba selisih kurs. 

"Sementara core profit meningkat 230% menjadi Rp 828 miliar untuk akhir 2020," tulis Lonsum.

Perusahaan mengklaim memiliki posisi keuangan yang sehat dengan total aset Rp 10,92 triliun, termasuk posisi kas dan setara kas Rp 1,96 triliun. Perusahaan juga mengatakan, tidak ada pendanaan melalui utang atau funded debt yang tercatat di 31 Desember 2020. 

Baca Juga: Indeks agrikultur rebound 4,18% pada Februari 2021, simak prospek saham-saham CPO

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia