JAKARTA. Lima proyek dari total 53 proyek minyak dan gas bumi (migas) tahun ini dipastikan terlambat atau tidak berjalan sesuai jadwal. Penyebab terlambatnya pelaksanaan proyek ini beragam, mulai dari masalah dana, persetujuan biaya eksplorasi migas, revisi plan of development (POD), persoalan tumpang tindih lahan, hingga tender. Untuk proyek gas, alasan keterlambatan adalah belum ada pembeli gas (offtaker). "Jadi dari 53 proyek yang terlambat 10%," kata Kepala Divisi Manajemen Proyek Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Iwan Ratman, akhir pekan lalu.
Sekitar 10% proyek migas terlambat
JAKARTA. Lima proyek dari total 53 proyek minyak dan gas bumi (migas) tahun ini dipastikan terlambat atau tidak berjalan sesuai jadwal. Penyebab terlambatnya pelaksanaan proyek ini beragam, mulai dari masalah dana, persetujuan biaya eksplorasi migas, revisi plan of development (POD), persoalan tumpang tindih lahan, hingga tender. Untuk proyek gas, alasan keterlambatan adalah belum ada pembeli gas (offtaker). "Jadi dari 53 proyek yang terlambat 10%," kata Kepala Divisi Manajemen Proyek Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), Iwan Ratman, akhir pekan lalu.