KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), jumlah pelaku UMKM di Indonesia hingga Mei 2025 ]mencapai 57 juta unit usaha, termasuk jenis usaha Ultra Mikro (UMi). Dari total tersebut, 64,5% atau sekitar 37 juta unit usaha dikelola oleh perempuan. Meskipun memiliki kontribusi yang signifikan, wirausaha ultra mikro perempuan masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Terutama dalam hal akses terhadap permodalan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital. Saat ini, baru sekitar 12% UMKM yang telah sepenuhnya mengadopsi teknologi digital dalam operasional mereka. Mengatasi permasalahan tersebut, Eramet, perusahaan global di sektor pertambangan dan metalurgi asal Prancis, bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menggelar program Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (Laksmi). Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Women for Future milik Eramet,
Sekitar 64,5% UMKM Dikelola Perempuan, Mayoritas Menghadapi Masalah Struktural
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), jumlah pelaku UMKM di Indonesia hingga Mei 2025 ]mencapai 57 juta unit usaha, termasuk jenis usaha Ultra Mikro (UMi). Dari total tersebut, 64,5% atau sekitar 37 juta unit usaha dikelola oleh perempuan. Meskipun memiliki kontribusi yang signifikan, wirausaha ultra mikro perempuan masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Terutama dalam hal akses terhadap permodalan, pendampingan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital. Saat ini, baru sekitar 12% UMKM yang telah sepenuhnya mengadopsi teknologi digital dalam operasional mereka. Mengatasi permasalahan tersebut, Eramet, perusahaan global di sektor pertambangan dan metalurgi asal Prancis, bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) menggelar program Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi (Laksmi). Inisiatif ini merupakan bagian dari program global Women for Future milik Eramet,
TAG: