Sekjen PBB: Perang Timur Tengah Out of Control! Selat Hormuz Tercekik, Krisis Terbuka



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, melontarkan peringatan keras bahwa peperangan di Timur Tengah kini telah berada di luar kendali (out of control).

Hanya dalam hitungan minggu sejak eskalasi pecah, konflik ini telah melampaui batas-batas yang sebelumnya dianggap tidak terbayangkan oleh para pemimpin dunia.

Guterres menegaskan bahwa dunia kini tengah menatap potensi perang yang lebih luas, gelombang penderitaan manusia yang kian meninggi, serta guncangan ekonomi global yang semakin dalam.


Baca Juga: Trump: Pemimpin Iran Ingin Deal, Tapi Tak Berani Bicara Terbuka

"Sudah terlalu jauh. Inilah saatnya untuk berhenti memanjat tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi," tegasnya dalam pernyataan resmi kepada media.

Iran Tolak Proposal Negosiasi AS, Perang Iran Israel Picu Krisis Energi Global
© 2026 Konten oleh Kontan

Intervensi Diplomatik dan Utusan Khusus

Sebagai langkah konkret, Guterres mengumumkan penunjukan Jean Arnault sebagai Utusan Pribadi (Personal Envoy) untuk memimpin upaya PBB dalam menangani konflik beserta konsekuensi yang ditimbulkannya. PBB tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak regional maupun global guna memastikan inisiatif dialog membuahkan hasil.

Guterres memberikan pesan menukik kepada aktor-aktor utama: Pertama, kepada Amerika Serikat dan Israel: Didesak untuk segera mengakhiri perang seiring dengan jatuhnya korban sipil yang kian masif dan dampak ekonomi global yang kian merusak.

Kedua, kepada Iran: Diminta untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga yang bukan merupakan pihak dalam konflik.

Tonton: Iran Ancam Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Selat Hormuz Tercekik, Pasokan Dunia Terancam.  Salah satu poin paling krusial yang disorot adalah keamanan jalur maritim. Dewan Keamanan PBB telah mengutuk serangan di rute kritis dan menuntut penghormatan terhadap hak navigasi di Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan kini tengah mencekik pergerakan minyak, gas, hingga pupuk (fertilizer). Hal ini terjadi di momentum yang sangat kritis, yakni saat musim tanam global dimulai. Jika tidak segera diatasi, guncangan ini akan menghantam kelompok paling rentan yang tidak memiliki kemampuan untuk menyerap dampak ekonomi tambahan.

Mencegah Gaza Jilid II di Lebanon

Guterres, yang baru saja melakukan kunjungan ke Lebanon, menyaksikan langsung betapa dalamnya rasa tidak aman yang dialami warga sipil. Ia menegaskan bahwa perang di wilayah tersebut harus dihentikan.

"Hezbollah harus berhenti meluncurkan serangan ke Israel, dan Israel harus menghentikan operasi militer serta serangannya di Lebanon. Model kehancuran Gaza tidak boleh direplikasi di Lebanon," imbuhnya.

Saat ini, pasar global sedang berada dalam gejolak hebat dan operasi kemanusiaan semakin terhambat. PBB menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk meminimalkan bencana ini adalah dengan mengakhiri perang seketika. Diplomasi dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional menjadi satu-satunya jalan keluar dari bencana global ini.

PBB Minta Perang Dihentikan
© 2026 Konten oleh Kontan