KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Knight Frank Indonesia memaparkan bahwa sektor ritel Jakarta masih menunjukkan pertumbuhan pada semester I-2026, meski performanya belum merata di seluruh kelas pusat perbelanjaan. Konsep
experience-led retail yang mengedepankan pengalaman pengunjung mulai berkembang, termasuk melalui ruang ritel yang mengusung konsep
green space dan keberlanjutan. Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan bahwa konsep ritel hijau kini tidak hanya menjadi bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
"Konsep tersebut mulai menjadi strategi pengelola pusat perbelanjaan untuk merespons perubahan iklim, meningkatkan efisiensi operasional, serta memenuhi perubahan ekspektasi konsumen terhadap ruang yang lebih hijau dan berbasis
biophilic space," paparanya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Industri Ritel Tahun 2027 Diproyeksi Tumbuh, Daya Beli Jadi Penentu Utama Selain itu, semakin ketatnya kompetisi ruang ritel di Jakarta turut mendorong pengelola untuk menghadirkan konsep yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Lebih lanjut, Knight Frank mencatat bahwa Jakarta telah memiliki pusat ritel yang mengantongi sertifikasi hijau sejak 2023, meski jumlahnya masih terbatas. Setelah pandemi, sejumlah pusat perbelanjaan kelas A juga mulai mengadopsi label hijau. Pusat ritel dengan konsep tersebut tercatat memiliki tingkat okupansi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata ritel Jakarta. Berdasarkan kategorisasi Knight Frank, green certified retail dan retail dengan green space memiliki tingkat okupansi lebih tinggi dibandingkan integrated retail atau mixed-use maupun ritel konvensional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan minat pasar sekaligus adaptasi pengelola terhadap kebutuhan ruang ritel di masa mendatang. Salah satu sektor yang paling aktif mengisi ruang ritel saat ini adalah food and beverage (F&B), khususnya pada pusat perbelanjaan yang mengusung konsep
green space. Baca Juga: Perempuan dan Anak Muda Semakin Kepincut Golf, Industri Mulai Berbenah Knight Frank mencatat sekitar separuh tenant baru yang masuk ke ruang ritel pada awal 2026 berasal dari sektor F&B. Selain F&B, sejumlah sektor lain yang masih aktif melakukan ekspansi di ruang ritel antara lain
fashion, beauty, jewelry & accessories, lifestyle dan
entertainment. Salah satu yang lakukan ekspansi adalah Joysparks Group yang mengembangkan ekosistem integrated retail dengan mengelola tiga bisnis utama, yakni Star Department Store, Happy Harvest Supermarket dan Lintas Bookstore. Joysparks Group menargetkan pengoperasian 10 gerai dalam waktu dekat dan berencana terus melakukan pengembangan dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Khusus sektor F&B lokal, Knight Frank melihat apresiasi terhadap pelaku usaha lokal turut menjadi salah satu perkembangan menarik dalam komposisi tenant baru di ruang ritel.
Baca Juga: HERO Fokus Ekspansi Guardian, Siapkan Strategi Licensing dan Franchise Secara keseluruhan, pasar ritel Jakarta masih menunjukkan pertumbuhan pada semester I 2026. Total pasokan pusat perbelanjaan meningkat sekitar 1% secara tahunan menjadi 4,42 juta meter persegi. Pada periode tersebut, terdapat dua pusat perbelanjaan baru yang masuk di Jakarta Selatan. Rata-rata tingkat okupansi ruang ritel mencapai 78,2%, meningkat tipis dibandingkan posisi pada akhir tahun lalu. Di sisi harga, rata-rata tarif sewa ruang ritel juga meningkat sekitar 1,9% secara tahunan. Meski demikian, pertumbuhan pasar ritel tersebut belum terjadi secara merata. Pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah masih menghadapi tantangan dan perlu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen serta dinamika pasar. Willson Kalip mengatakan perubahan demografi dan adopsi teknologi mendorong evolusi pasar ritel Jakarta menuju konsep experience-led retail.
Baca Juga: Kemendag Dorong Percepatan UMKM Masuk Ritel Modern, Begini Strateginya Menurutnya, perkembangan tersebut sekaligus membuka kembali peluang investasi pada aset ritel yang produktif, terutama pada kelas tertentu. “Perubahan demografi dan adopsi teknologi mendorong evolusi ritel Jakarta menuju
experience-led retail, sekaligus membuka kembali peluang investasi pada aset ritel produktif, pada kelas tertentu,” tandas Willson. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News