Sektor Hijau Makin Dilirik Modal Ventura, Pembiayaan Capai Rp15,37 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat menyampaikan bahwa sektor hijau dapat menjadi salah satu ruang pengembangan bagi industri modal ventura. Mengenai hal itu, Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) sangat sepakat dengan pandangan OJK.

Kepala Bidang Media & Hubungan Masyarakat Amvesindo Novrizal Pratama mengatakan pihaknya melihat daya tarik dan prospek sektor hijau bagi modal ventura di Indonesia terus meningkat secara signifikan.

"Hal itu terbukti dari tren positif makin banyaknya fund atau perusahaan modal ventura yang mulai membangun tesis investasi khusus di bidang climate-tech dan sustainability," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).


Secara praktik, Novrizal menerangkan penyaluran pembiayaan ke sektor hijau sudah mulai berjalan saat ini. Namun, dia bilang pembiayaan untuk tahap paling awal (pre-seed dan seed) masih perlu didorong, misalnya melalui skema blended finance bersama lembaga pembangunan internasional.

Lebih lanjut, Novrizal menyampaikan beberapa contoh sektor hijau yang paling matang dan sudah mendapat sorotan pendanaan, antara lain energi terbarukan dan penyimpanan energi. Hal itu mengingat besarnya target bauran energi nasional dan transisi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga: IIF Kantongi Status Accredited Entity GCF, Bisa Akses Pendanaan hingga US$ 250 Juta

Selain itu, Novrizal menyebut agritech dan ekonomi sirkular atau pengelolaan limbah yang menyelesaikan masalah riil di rantai pasok pangan dan sampah di Indonesia. Dia juga bilang modal ventura juga menyoroti ekosistem kendaraan listrik, khususnya yang berfokus pada baterai dan komponen pendukung.

"Hal itu sejalan dengan agenda hilirisasi nikel pemerintah," ujar Novrizal.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan penyaluran pembiayaan yang diklasifikasikan dalam Kategori Usaha Keuangan Berkelanjutan atau KUKB di industri modal ventura mencapai Rp 15,37 triliun per Juli 2026.

"Nilainya memakan porsi sebesar sebesar 90,44% dari total penyertaan atau pembiayaan industri modal ventura," ujarnya dalam konferensi pers RDK OJK, Senin (7/9/2026).

Adapun nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp 16,32 triliun per Juli 2026, atau mengalami kontraksi sebesar 0,46% secara Year on Year (YoY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News