Sektor industri dasar memimpin penguatan IHSG



JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik di tengah penyelenggaraan rapat MPR, meskipun pasar global terkoreksi. Indeks menguat sebesar 32 poin (+0,65%) ke 5.023 setelah bergerak di antara 5.000-5.048. Sebanyak 205 saham naik, 109 saham turun, 84 saham tidak bergerak, dan 151 saham tidak ditransaksikan. 

Mandiri sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp4,62 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp4 triliun dan transaksi negosiasi Rp620,55 miliar. Secara total, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp104,39 miliar. Di sisi lain, investor asing membukukan transaksi beli bersih sebesar Rp151,83 miliar di pasar reguler.

Seluruh sektor naik, dipimpin oleh sektor industri dasar yang menguat +1,91% dan sektor properti yang terapresiasi +1,56%. Saham di sektor industri dasar yang paling menguat adalah PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS,Rp396) yang terapresiasi +8,79% dan PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP, Rp270) yang naik +8%. 


Di sektor properti yang paling terapresiasi adalah PT Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA, Rp296) sebesar +6,47% dan PT Bekas Asri Pemula Tbk (BAPA, Rp55) sebesar +5,77%. Dari Asia, mayoritas indeks saham justru terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar -0,67%, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong masih menguat sebesar +0,46%. 

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa juga menunjukkan koreksi sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris turun -0,7%, DAX di Jerman terkoreksi -0,84%, dan CAC di Perancis melemah -0,97%. Di pasar valas, nilai tukar rupiah menguat tipis sebesar 9 poin (+0,08%) ke Rp12.202 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran Rp12.175-Rp12.208 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto