KONTAN.CO.ID - CANBERRA. Sektor manufaktur Australia kembali mengalami tekanan pada akhir kuartal III-2026. Hal ini tercermin dari penurunan
Purchasing Managers' Index (PMI) sektor manufaktur Australia menjadi 49,6 pada September 2026, dari 52,0 pada Agustus. Menurut pengumuman S&P Global, Kamis (1/10/2026), penurunan PMI manufaktur Australia pada September sekaligus menjadi kontraksi paling tajam dalam 21 bulan terakhir. Meski harus diakui, secara besaran, realisasi di September masih tergolong marginal. S&P Global mencatat, pelemahan manufaktur terutama dipicu kembali turunnya pesanan baru barang. Penurunan tersebut menunjukkan permintaan belum sepenuhnya stabil setelah sempat membaik dalam dua bulan pertama kuartal III.
" Salah satu faktor utama dalam penurunan terbaru ini adalah kembali turunnya pesanan baru barang, yang menunjukkan bahwa permintaan belum stabil setelah membaik pada dua bulan sebelumnya," ujar Jingyi Pan,
Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Ketiban Rezeki dari Semikonduktor dan Otomotif, Manufaktur Korea Selatan Menguat Melemahnya pesanan baru kemudian berdampak pada produksi. Produsen barang di Australia memangkas produksi dengan laju yang lebih cepat pada September. Tingkat kontraksi produksi menjadi yang terkuat sejak Desember 2024 dan sekaligus menandai bulan kedua berturut-turut output sektor manufaktur mengalami penurunan. Tekanan juga terlihat pada penjualan. Menurut responden survei, persaingan yang ketat, kenaikan harga dan memburuknya permintaan mendasar mendorong penurunan total penjualan baru untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Pesanan baru dari luar negeri juga mengalami kontraksi setelah meningkat pada Agustus. Melemahnya aktivitas bisnis turut berdampak pada pasar tenaga kerja. Setelah lima bulan berturut-turut meningkat, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur kembali turun pada September. Bukti anekdotal dalam survei menunjukkan penurunan tersebut disebabkan oleh pengunduran diri maupun pemutusan hubungan kerja. "Tren ketenagakerjaan juga perlu dipantau menyusul penurunan pertama jumlah tenaga kerja manufaktur dalam lima bulan, terutama karena kepercayaan juga menurun pada September," kata Pan.
Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang September Melambat, Tapi Cetak Kinerja Kuartalan Terbaik Produsen juga mengurangi aktivitas pembelian sebagai respons terhadap penurunan pesanan baru dan produksi. Meski masih relatif moderat, laju pengurangan pembelian tersebut merupakan yang tercepat dalam empat bulan. Penurunan pembelian input turut menyebabkan persediaan bahan baku kembali menyusut. Gangguan rantai pasok juga menjadi tantangan bagi produsen Australia. Waktu pengiriman pemasok kembali bertambah panjang pada akhir kuartal III, antara lain akibat gangguan pengiriman internasional yang masih dipengaruhi perang di Timur Tengah. Cuaca buruk di kawasan Asia Utara juga disebut menyebabkan keterlambatan. Produsen Australia masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek produksi dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan berharap rencana pengembangan bisnis dan peluncuran produk baru dapat mendorong penjualan. Namun, tingkat kepercayaan bisnis turun ke level terendah dalam empat bulan seiring kembali melemahnya pesanan baru.