JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Jumat (4/2), menaikkan bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 6,75%. Ini merupakan kali pertama BI rate naik dalam 18 bulan terakhir. Kenaikan BI rate tentu berimbas terhadap perbankan. Kenaikan bunga acuan biasanya dibuntuti peningkatan bunga penjaminan simpanan perbankan. Jika Lembaga Penjamin Simpanan mengerek bunga, tentu biaya pendanaan bank akan meningkat. Dalam jadwal terkininya, LPS akan menentukan bunga penjaminan terbaru pada Rabu esok. Para analis memperkirakan bunga penjaminan bisa naik berkisar 0,25%-0,5%. "Bunga deposito bisa naik menjadi 7,25%-7,5%, tergantung kebijakan LPS nanti," kata Irwan Ariston Napitupulu, pengamat pasar modal.
Sektor perbankan makin sulit memetik bunga margin
JAKARTA. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Jumat (4/2), menaikkan bunga acuan 25 basis poin (bps) menjadi 6,75%. Ini merupakan kali pertama BI rate naik dalam 18 bulan terakhir. Kenaikan BI rate tentu berimbas terhadap perbankan. Kenaikan bunga acuan biasanya dibuntuti peningkatan bunga penjaminan simpanan perbankan. Jika Lembaga Penjamin Simpanan mengerek bunga, tentu biaya pendanaan bank akan meningkat. Dalam jadwal terkininya, LPS akan menentukan bunga penjaminan terbaru pada Rabu esok. Para analis memperkirakan bunga penjaminan bisa naik berkisar 0,25%-0,5%. "Bunga deposito bisa naik menjadi 7,25%-7,5%, tergantung kebijakan LPS nanti," kata Irwan Ariston Napitupulu, pengamat pasar modal.