Sektor Perbankan Tersengat Sentimen RDG, Simak Saham Rekomendasi Analis



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah peningkatan signifikan akhir pekan lalu, saham-saham sektor perbankan terpantau mulai bergerak volatil. Pasar mencermati berbagai sentimen makroekonomi di tengah tren reinvestasi dividen. 

Pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2026), saham bank berkapitalisasi pasar jumbo alias big banks bergerak bervariatif.

Yang berhasil menguat secara harian adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), masing-masing dengan penguatan 0,50% menjadi Rp 5.025 dan 0,26% menjadi Rp 3.850. 


Baca Juga: PPN DTP 100% Diperpanjang pada 2026, Simak Saham Rekomendasi Analis

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,54% jadi Rp 8.000 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,08% ke Rp 4.507. 

Tak jauh berbeda, pergerakan bank lapis dua juga tak seragam. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) berhasil menguat 2,45% menjadi Rp 1.880, tetapi PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masing-masing 1,54% ke Ro 2.550 dan 1,33% ke Rp 2.230. 

 
BBCA Chart by TradingView

Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer, pergerakan saham perbankan dipengaruhi sikap wait and see pasar.

Menurutnya, saat ini pasar masih menanti arah kebijakan suku bunga domestik, di tengah dinamika rupiah yang tertekan dolar dan ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga The Fed. 

Baca Juga: Sektor Perbankan Tertekan Outflow Asing, Simak Saham Rekomendasi Analis

“Kombinasi ini membuat saham perbankan bergerak cukup volatil, secara teknikal masih ditopang ekspektasi penurunan BI Rate,” kata Miftahul kepada Kontan, Selasa (20/1/2026). 

Tren tersebut masih bakal berlanjut sampai ada sinyal pelonggaran moneter dari RDG BI nanti.

Jika BI membuka ruang pemangkasan suku bunga dan tekanan eksternal mereda, Miftahul bilang arus dana asing berpotensi kembali masuk ke big banks secara bertahap. Utamanya, ke saham dengan fundamental solid dan valuasi yang sudah terkoreksi. 

Setali tiga uang, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menyebut tekanan makro membuat pergerakan saham perbankan cenderung moderat sampai ada kepastian kebijakan moneter. 

Baca Juga: Prospek Sektor Pulp dan Kertas Mulai Membaik, Cermati Saham Rekomendasi Analis

Penguatan tipis pada sejumlah saham, kata Abida, lebih didorong oleh aksi reinvestasi dividen Himbara dan valuasi yang mulai menarik. Selama koreksi, ia bilang momentum masuk layak dilakukan bertahap. Mengingat, fundamental bank besar solid dan efek reinvestasi dividen.

Abida merekomendasikan BMRI dan BBCA, masing-masing dengan target harga Rp 5.500 dan Rp 10.800. “Keduanya relatif undervalued untuk horizon menengah,” ujarnya.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi pada Senin (12/1), Intip ​Saham Rekomendasi Analis

Sementara itu saham pilihan Miftahul jatuh pada BMRI, BBCA, dan BBRI, masing-masing dengan target harga akhir tahun di level Rp 5.950, Rp 10.200, dan Rp 4.620. 

Selanjutnya: Pefindo Proyeksikan Multifinance Jadi Penerbit Surat Utang Paling Aktif pada 2026

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News