Sektor Perdagangan Mendominasi Pembiayaan Modal Ventura per Februari 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan modal ventura sebesar Rp 16,46 triliun per Februari 2026. Nilai pembiayaannya tumbuh sebesar 0,73% secara Year on Year (YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menerangkan sektor perdagangan masih mendominasi penyaluran pembiayaan modal ventura per Februari 2026. 

"Pembiayaan atau penyertaan modal ventura per Februari 2026 masih didominasi sektor perdagangan, dengan porsi outstanding 49,95% atau sebesar Rp 8,55 triliun," ungkap Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Rabu (8/4/2026).


Lebih lanjut, Agusman mengatakan ada sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja industri modal ventura pada tahun ini. Dia bilang tantangannya, antara lain fenomena tech winter

Baca Juga: Rupiah Melemah, Biaya Klaim Asuransi Berpotensi Naik

Adapun tech winter adalah fenomena yang kerap ditemui di perusahaan start-up. Kondisi itu dapat diartikan sebagai suatu periode penurunan investasi teknologi dan aktivitas bisnis yang berkepanjangan dan signifikan.

Meski demikian, dia bilang dampak tech winter sudah mulai lebih terkendali, sering dengan penyesuaian strategi investasi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ditambah, modal ventura sudah berfokus pada usaha yang memberikan fundamental yang kuat dan berkelanjutan.

"Tantangan lainnya, yakni volatilitas pasar yang berdampak pada valuasi dan exit strategy. Dengan demikian, dapat memengaruhi kinerja modal ventura ke depan," kata Agusman.

Sementara itu, OJK mencatat, nilai aset industri modal ventura per Februari 2026 sebesar Rp 27,63 triliun. Nilai itu meningkat 2,07% secara YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News