JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melawan arus pergerakan bursa Asia. Sore ini, indeks ditutup dnegan penurunan 0,42% menjadi 3.122,15. Data dari sejumlah sektor yang tergabung dalam indeks menunjukkan data beragam. Sektor yang mengalami penurunan terbesar antara lain sektor pertambangan dan konstruksi dengan penurunan masing-masing sebesar 2,17% dan 1,52%. Sementara, sinyal hijau datang dari sektor industri dan manufaktur dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,59% dan 1,24%. Sementara itu, saham-saham yang berhasil menjadi top gainers hari ini antara lain PT Indomobil Sukses Makmur (IMAS) yang meroket 25% menjadi Rp 5.950, PT Tiga Raksa Satria (TGKA) naik 24% menjadi Rp 510, dan PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) dengan kenaikan 15% menjadi Rp 2,500. Sedangkan saham-saham yang menjadi top losers adalah PT Intiland Development (DILD) turun 24% menjadi Rp 510, PT Indorama Syntetics (INDR) turun 13% menjadi Rp 700, dan PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) turun 12% menjadi Rp 300.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sektor pertambangan dan kontruksi bikin indeks melorot
JAKARTA. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melawan arus pergerakan bursa Asia. Sore ini, indeks ditutup dnegan penurunan 0,42% menjadi 3.122,15. Data dari sejumlah sektor yang tergabung dalam indeks menunjukkan data beragam. Sektor yang mengalami penurunan terbesar antara lain sektor pertambangan dan konstruksi dengan penurunan masing-masing sebesar 2,17% dan 1,52%. Sementara, sinyal hijau datang dari sektor industri dan manufaktur dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,59% dan 1,24%. Sementara itu, saham-saham yang berhasil menjadi top gainers hari ini antara lain PT Indomobil Sukses Makmur (IMAS) yang meroket 25% menjadi Rp 5.950, PT Tiga Raksa Satria (TGKA) naik 24% menjadi Rp 510, dan PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) dengan kenaikan 15% menjadi Rp 2,500. Sedangkan saham-saham yang menjadi top losers adalah PT Intiland Development (DILD) turun 24% menjadi Rp 510, PT Indorama Syntetics (INDR) turun 13% menjadi Rp 700, dan PT Tifico Fiber Indonesia (TFCO) turun 12% menjadi Rp 300.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News