JAKARTA. Memburuknya pasar modal terus membuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) berbagai perusahaan efek merosot. Di antaranya adalah PT Danatama Makmur. Pasca otoritas bursa membuka suspensi perusahaan efek tersebut, MKBD-nya turun drastis.Lihat saja, Senin (17/11) lalu, MKBD Danatama masih sebesar Rp 247,50 miliar. Namun Jumat lalu (21/11), MKBD-nya rontok Rp 23,40 miliar atau setara 9,45%, menjadi Rp 224,10 miliar. "Ini adalah penurunan yang terjadi pada industri, bukan hanya pada Danatama," ujar Vicky Ganda Saputra, Vice President Investment Banking Danatama Makmur, kemarin (23/11).Walaupun MKBD berbagai sekuritas terus merosot, tapi para pembuat kebijakan pasar modal masih belum melakukan tindakan berarti. Sekadar catatan, nilai MKBD beberapa perusahaan efek lain bahkan sudah berada di bawah batas minimal yang sebesar Rp 25 miliar.
Sekuritas Bisa Merger Agar Modal Jadi Kuat
JAKARTA. Memburuknya pasar modal terus membuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) berbagai perusahaan efek merosot. Di antaranya adalah PT Danatama Makmur. Pasca otoritas bursa membuka suspensi perusahaan efek tersebut, MKBD-nya turun drastis.Lihat saja, Senin (17/11) lalu, MKBD Danatama masih sebesar Rp 247,50 miliar. Namun Jumat lalu (21/11), MKBD-nya rontok Rp 23,40 miliar atau setara 9,45%, menjadi Rp 224,10 miliar. "Ini adalah penurunan yang terjadi pada industri, bukan hanya pada Danatama," ujar Vicky Ganda Saputra, Vice President Investment Banking Danatama Makmur, kemarin (23/11).Walaupun MKBD berbagai sekuritas terus merosot, tapi para pembuat kebijakan pasar modal masih belum melakukan tindakan berarti. Sekadar catatan, nilai MKBD beberapa perusahaan efek lain bahkan sudah berada di bawah batas minimal yang sebesar Rp 25 miliar.