Sekutu Maduro Alex Saab Dikabarkan Ditangkap, Hasil Operasi Gabungan AS-Venezuela



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Alex Saab, pejabat Venezuela sekaligus sekutu dekat mantan Presiden Nicolas Maduro, dikabarkan ditangkap di Venezuela pada Rabu (4/2/2026). 

Penangkapan ini disebut sebagai hasil operasi gabungan antara otoritas Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, menurut seorang pejabat penegak hukum AS.

Saab, pria kelahiran Kolombia berusia 54 tahun, sebelumnya dikenal sebagai pengusaha yang kemudian menjadi tokoh penting dalam lingkaran kekuasaan Maduro. 


Ia sempat ditahan di Cape Verde pada 2020 dan diekstradisi ke Amerika Serikat, di mana ia menjalani penahanan lebih dari tiga tahun atas tuduhan penyuapan.

Baca Juga: Operasi CIA di Venezuela: Trump Janjikan US$50 Juta untuk Tangkap Maduro

Namun pada akhir 2023, Saab mendapat pengampunan dari pemerintah AS sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran tahanan, yang berujung pada pembebasan sejumlah warga negara Amerika yang ditahan di Venezuela. 

Setelah itu, Saab kembali ke negaranya dan disambut bak pahlawan oleh Maduro.

Meski demikian, kabar penangkapan terbaru ini langsung dibantah oleh pengacara Saab, Luigi Giuliano. Ia menyebut informasi tersebut sebagai “berita palsu”. 

Sejumlah jurnalis yang berpihak pada pemerintah Venezuela juga membantah kabar penahanan Saab melalui media sosial.

Hingga kini, Giuliano belum merespons permintaan konfirmasi lanjutan. 

Sementara itu, pengacara Saab yang pernah mewakilinya di pengadilan AS pada Desember 2023 memilih tidak berkomentar.

Menurut pejabat AS, Saab diperkirakan akan segera diekstradisi kembali ke Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. 

Baca Juga: Kuba Klaim 32 Warganya Tewas dalam Operasi Militer AS di Venezuela, Havana Berkabung

Jika benar terjadi, langkah ini menjadi perkembangan besar, terutama karena muncul hanya sebulan setelah Maduro sendiri dilaporkan ditangkap oleh pasukan AS di Caracas.

Situasi ini juga menandai tingkat kerja sama baru antara AS dan aparat penegak hukum Venezuela di bawah pemerintahan Presiden interim Delcy Rodriguez, yang sebelumnya merupakan wakil Maduro. 

Sebagai pemimpin sementara, Rodriguez memiliki kendali atas aparat penegak hukum di Venezuela dan berperan penting dalam operasi bersama tersebut.

Dalam operasi yang sama, pemilik jaringan televisi Globovision, Raul Gorrin, juga dilaporkan ikut ditangkap. 

Namun hingga kini, pengacara Gorrin belum diketahui, dan pihak Globovision belum memberikan tanggapan resmi.

Kementerian Komunikasi Venezuela, Departemen Kehakiman AS, serta Gedung Putih juga belum merespons permintaan komentar.

Baca Juga: AS Klaim Operasi Militer di Venezuela Sukses, Trump: Tidak Ada Tentara AS Tewas

Sebelum mendapat pengampunan pada 2023, Saab dituduh menyelewengkan sekitar US$350 juta dari Venezuela melalui sistem keuangan AS, terkait skema suap yang memanfaatkan nilai tukar resmi negara tersebut. 

Saab membantah tuduhan itu dan mengklaim memiliki kekebalan diplomatik, meski pengadilan banding AS belum sempat memutuskan bandingnya saat pertukaran tahanan dilakukan.

Sepulangnya ke Venezuela, Saab sempat diangkat menjadi Menteri Perindustrian. Namun, ia dicopot dari jabatan tersebut bulan lalu oleh Delcy Rodriguez, tak lama sebelum kabar penangkapan ini mencuat.

Selanjutnya: 5 Cabang Paling Ditunggu di Olimpiade Musim Dingin 2026, Catat Jadwalnya

Menarik Dibaca: Indo Premier Sekuritas Rekomendasi Buy untuk 3 Saham Ini, Apa Saja? (5/2)