Selain obligasi, juga perbanyak mengoleksi emas



JAKARTA. Menjelang akhir tahun, analis menyarankan para investor untuk mengambil obligasi jangka menengah di portofolio mereka. Selain itu, pemilihan emas sebagai investasi sekunder juga dinilai baik.

Risza Bambang, Perencana Keuangan One Shildt Financial Planning, melihat sejatinya para investor harus melirik ke investasi jangka menengah.

Surat utang negara (SUN) yang bertenor jangka menengah dinilai dia dapat diandalkan karena minim risiko. Memang, tidak seperti obligasi korporasi, risiko pemerintah gagal bayar memang cenderung kecil.


Namun selain obligasi negara, Risza juga berpendapat bahwa obligasi korporasi juga cukup menguntungkan bagi investor. Dia menyarankan agar investor melirik ke perusahaan infrastruktur.

Memang, saat ini pemerintahan Presiden Joko Widodo tengah gencar dalam pembangunan infrastruktur nasional. Apalagi, pemasukan negara yang bertambah pasca program pengampunan pajak. "Dana ini larinya ke infrastruktur," kata dia.

Selain menaruh uang di obligasi, Risza juga melihat investor harus menaruh uangnya di investasi yang likuiditasnya cepat dan dapat digunakan sebagai cadangan bila gagal di salah satu jenis investasi.

Contohnya seperti emas. "Nilai mata uang bisa saja jatuh sangat dalam, tapi nilai emas belum tentu," kata dia.

Sayangnya, Risza tidak ingin menyebut secara pasti mengenai persentase investasi yang tepat bagi para investor. "Itu tergantung tipe investor dan kebutuhannya masing-masing. Jadi sangat subjektif sekali," tutup Risza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto