Selain yield dividen, cermati juga likuiditas saham dan prospeknya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebanyak 16 emiten akan membagikan dividen pada pekan depan. Meski begitu tak semua saham emiten dividen membagi dividen menarik untuk dilirik.

 Head of Research MNC Sekuritas Thendra Chrisnanda mengatakan, menarik atau tidaknya dividen salah satunya dapat dilihat dari besaran imbal hasil dividen  atau yield dividend-nya.

Sebagai informasi, dividend yield menjadi indikator yang menunjukkan bagaimana investasi seseorang menghasilkan arus kas dalam bentuk dividen. Singkatnya, indikator ini menunjukkan seberapa banyak penghasilan yang dapat dihasilkan oleh setiap duit yang diinvestasikan investor ke suatu saham. “Presentase dividend yield bisa dikatakan menarik bila di atas 3%,” kata Thendra kepada Kontan.co.id, Sabtu (29/6).


Dari 16 emiten pembagi dividen pekan depan, setidaknya hanya ada empat emiten yang memiliki yield di atas 3%. Yakni, FISH dengan dividen sebesar Rp 150 per saham. Jumlah itu mewakili dividend yield sebesar 4,6% dengan harga saham FISH yang sebesar Rp 3.240 pada Jumat (28/6). Lalu, ASDM dengan dividen sebesar Rp 73 per saham. Jumlah itu mewakili dividend yield sebesar 6,4% dengan harga saham ASDM sebesar Rp 1.135 per saham.

Emiten lain  yang memiliki dividend yield lebih dari 3% adalah MSIN. Dividend yield emiten ini sebesar 5,4% dengan posisi harga saham MSIN sebesar Rp 390 per saham dan dividen yang dibagikan sebesar Rp 21 per saham.

Terakhir, ada BUDI yang membagikan dividen kepada para investornya sebesar Rp 5 per saham. Dengan posisi harga saham BUDI sebesar Rp 104 per saham pada Jumat (28/6), dividend yield emiten ini sebesar 4,8%.

Meski begitu, Thendra tak memungkiri bahwa jumlah dividen serta presentase dividend yield merupakan jebakan yang menyilaukan mata. “Biasanya setelah tanggal expired, harga saham akan turun. Bahkan bisa lebih rendah dibandingkan nilai dividen yang dibagikan,” tandas Thendra.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menambahkan likuiditas saham serta prospek emiten juga harus diperhatikan. “Ada baiknya incar emiten yang likuiditas saham dan prospeknya jelas meski secara jumlah dividen dan yield tidak terlalu besar,” ujar William.

Untuk itu, William hanya menjagokan beberapa saham saja seperti MNCN, MSIN, TBLA, VOKS, CTRA, PWON, SSMS dan BUDI. Selain faktor dividen, emiten-emiten tersebut William nilai memiliki prospek menarik. “CTRA dan PWON misalnya akan terdorong ekspektasi penurunan suku bunga. Sedangkan jaringan bisnis MNCN sebagai media juga memiliki daya tahan lebih,” ujar William.

Berikut daftar emiten yang akan membagi dividen pekan depan:

CTRA: DPS: Rp 10 DY: 0,9%

PWON DPS: Rp 7 DY: 0,9%

FISH DPS: Rp 150 DY: 4,6%

JKON DPS: Rp 3,3 DY: 0,7%

SSMS DPS: Rp: 2,72 DY: 0,3%

ASDM DPS: Rp 73,00 DY: 6,4%

LION DPS:Rp 10 DY: 1,8%

LMSH DPS: Rp 5 DY: 1%

MNCN Rp 15 DY 1,4%

MSIN DPS: Rp 21 DY 5,4%

AMFG DPS: Rp 5,20 DY: 0,1%

BUDI DPS: Rp 5 DY: 4,8%

INPP DPS: Rp 1 DY: 0,1%

TBLA DPS: Rp 25 DY: 2,9%

TRST DPS: Rp 5 DY: 1,3%

VOKS DPS: Rp 5 DY: 1,7

Keterangan:

*DPS: Dividend per share *DY: Dividend yield

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat